News Update :

Blogger Tricks

Buat Teman-teman Pengurus/Anggota dari Gerakan Pemuda Ansor - fatayat NU Silakan Mengirimkan Artikel Untuk Mengisi Blog ini dengan Syarat Tidak Boleh Mengandung Unsur Pornografi dan SARA. Untuk Mengirim Artikel Dapat dengan Klik Menu di Atas atau KLIK DI SINI

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

Showing posts with label Iptek. Show all posts
Showing posts with label Iptek. Show all posts

Aurora Tsunami Matahari Terlihat di AS dan Denmark

Ellyzar Zachra PB

(dailymail.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta- Tsunami matahari pada Minggu (1/8) telah membentuk aurora indah di sejumlah tempat. Masyarakat di Denmark dan AS yang juga beruntung bisa mengamati fenomena itu.

Pemandangan aurora di Denmark sangat signifikan, karena berada pada lintang geomagnetik yang mendukung.

Tapi wilayah di Michigan AS yang lebih di selatan juga mempunyai kesempatan untuk menyaksikan Cahaya Utara.

Aurora borealis itu muncul disebabkan oleh dua badai matahari minor yang terjadi pada Minggu (1/8) dan menembakkan banyak plasma ke arah bumi.

Sementara ledakan besar di matahari bisa berbahaya karena dapat menghancurkan satelit, dan merusak pembangkit listrik serta jaringan komunikasi di seluruh dunia.

Biasanya hanya wilayah-wilayah di dekat kutub saja yang bisa menyaksikan aurora yang berwarna merah dan hijau itu.

Namun badai matahari mengarahkannya ke selatan. Pengamat langit masih terus mengawasi daerah utara malam ini, untuk melihat aurora hijau dan cahaya merah.

Matahari melewati siklus aktivitas regulernya rata-rata setiap 11 tahun. Puncak ledakan matahari pernah terjadi pada 2001 dan berakhir lama. [ito]

Menakjubkan, Foto Letusan Saat Tsunami Matahari

Ellyzar Zachra PB

(IST)

INILAH.COM, Jakarta- Ledakan matahari pada awal pekan lalu mengeluarkan api yang sangat menakjubkan. NASA telah mengeluarkan foto pertama ledakan yang menimbulkan tsunami matahari itu.

Permukaan matahari bergolak pada awal pekan lalu dan meledakkan berton-ton atom ion plasma yang menyebar di luar angkasa. Setelah meledak butuh waktu dua hari agar atom tersebut bisa menggapai wilayah bumi yang berjarak 93 juta mil.

NASA mengambil gambar kejadian yang diberi nama coronal mass ejection ini dari pesawat luar angkasa Solar Dynamic Observatory (SDO) yang diluncurkan Februari lalu.

SDO menyediakan gambar tampilan matahari dengan kualitas jauh lebih baik dari High Definition (HD).

Gambar pertama, dengan beberapa warna, menampilkan plasma matahari yang sangat panas dalam temperatur antara satu hingga dua juta derajat Kelvin.

Putaran warna emas terus berputar di sisi kiri serpihan badai matahari yang dikirim awan dengan miliaran ton partikel menuju bumi.

“Kami melihat letusan yang sangat indah,” ujar Leon Golun, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA).

Tsunami matahari yang mengirimkan gelombang gas ke arah bumi bisa menimbulkan kilatan cahaya indah di beberapa wilayah utara bumi.[ito]

Jam Terbesar di Dunia Beroperasi di Mekah

Billy A Banggawan

INILAH.COM, Jakarta – Arab Saudi siap mengoperasikan jam bermuka empat terbesar di dunia di Kota Suci Islam Mekah. Jam ini memiliki tinggi enam kali Big Ben Inggris.

Menara ini dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss yang akan memiliki ketinggian 600 meter di mana tingginya enam kali tinggi Big Ben di Inggris.

Bagian depan jam ini akan didekorasi dengan mozaik kaca dan terbuat dari karbon fiber, bahan yang sangat kuat dan digunakan pada pesawat luar angkasa dan teknologi lainnya.

Menara jam ini merupakan bagian dari hotel Abraj Al-Bait dan komplek perumahan yang dibangun oleh kelompok konstruksi Saudi Bin Laden.

Dua muka utama jam ini memiliki luas 43 meter persegi. Pengunjung dapat berdiri di teras di bawah jam itu untuk melihat pemandangan kota.

Jam ini secara resmi akan beroperasi pada pertengahan Agustus untuk menandai hari pertama Ramadhan, bulan puasa dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari bagi umat muslim di seluruh dunia.[ito]

Foto Bunga Mawar Antariksa Terekam Oleh Teleskop Nasa


Teleskop NASA memotret sebuah awan antariksa yang dipenuhi bintang-bintang baru yang ditaburi debu-debu ruang angkasa. Citra inframerah ini berasal dari kumpulan bintang baru yang dilabel Berkeley 59.

Tiap bintangnya “baru” beberapa juta tahun dan karena warna-warni merah dan hijaunya, para ilmuwan NASA menyamakannya dengan sebuah mawar kosmis.

Citra ini diambil oleh perangkat baru NASA, yaitu Penjelajah Survei Inframerah Berlingkup Lebar atau Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE). Pengamat antariksa ini bernilai 320 juta dollar AS dan dibangun untuk memetakan seluruh langit dengan mendetail. Teleskop ini juga telah memotret asteroid gelap dan komet yang sebelumnya susah ditangkap citranya.

Teleskop WISE milik NASA diperkirakan bisa menyelesaikan pemetaan langitnya dalam enam bulan lagi.

Kembali pada mawar kosmis itu, cahaya merah di tengahnya adalah akibat panas yang dipancarkan oleh bintang-bintang dalam awan itu. Daerah hijau zamrud di pinggirannya adalah molekul-molekul polycyclic aromatic hydrocarbon yang bisa ditemukan juga di Bumi, yaitu dari hasil pembakaran, contohnya dari pipa knalpot mobil atau bahkan di dasar panggangan barbeque.

Ada Tujuan Mulia Dibalik Astronomi

BOGOR - Gaung astronomi mulai bergema sejak diteBoldtapkannya tahun 2009 sebagai Tahun Astronomi Internasional. Kendati demikian, Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ) Tersia Marsiano tidak mau berharap banyak.

Seperti bidang ilmu pengetahuan lainnnya, dunia astronomi terus berkembang. Namun di Indonesia, perkembangannya cenderung stagnan. Astronomi belum familiar di telinga sebagian besar masyarakat. Bidang ini masih diangap mahal dan tak dapat dijangkau. HAAJ sebagai salah satu organisasi astronomi berupaya mengubah paradigma tersebut melalui berbagai kegiatan yang mereka adakan.

"Bagi yang memiliki minat di bidang ini, astronomi adalah sesuatu yang menarik. Tujuan kami adalah bagaimana mensosialisasikan astronomi ke masyarakat," kata Tersia Marsiano kepada Okezone, Minggu (14/3/2010).

Ian, demikian dia biasa disapa menyebutkan HAAJ tidak memaksa setiap orang agar menyenangi astronomi. Namun menurutnya, mempelajari astronomi bisa membuka gerbang untuk mempelajari cabang ilmu sains lainnya.

"Saya akui Tahun Astronomi Internasional dan Olimpiade Astronomi merupakan etalase astronomi yang paling sukses mengenalkan astronomi ke masyarakat," kata Ian.

Namun begitu menurutnya, dari rangkaian kegiatan-kegiatan astronomi yang diadakan, hanya akan menarik sedikit orang yang benar-benar memiliki sense of astronomy. "Contohnya, bisa mengumpulkan dua hingga lima orang setelah kegiatan Star Party atau observasi langit, itu sudah jumlah yang cukup bagi kami," kata Ian.

Dia pun mengungkapkan rasa kecewanya kepada sebagian pihak yang menjadikan Olimpiade Astronomi sebatas ajang untuk mendapatkan medali. "Pada akhirnya, hal itu hanya untuk menaikkan gengsi sekolah ketimbang pengembangan dari bidang astronomi itu sendiri. Sense of astronomy-nya kurang," kata Ian.

Padahal menurutnya, ada tujuan mulia yang harus digali dalam astronomi ketimbang sekedar gengsi mendapatkan medali. "Ketika mulai mempelajari astronomi, kita di sini hanyalah satu titik kecil yang tidak ada apa-apanya. Itulah yang harus kita gali," tandasnya. (rah) >>Okezone.com

Perbedaan Hisab dalam Penentuan Maulid Nabi Muhammad SAW

Lebih dari 20 manhaj (metode) hisab berkembang di Indonesia, perbedaan hitungan hisab selalu ada. Perbedaan dalam hitungan menit masih dapat ditoleransi, tetapi apabila perbedaan sudah pada hitungan derajat maka menjadi masalah, lebih-lebih apabila perbedaan itu pada hitungan hari.

Perbedaan-perbedaan hitungan hisab itu terjadi karena sistem dan kriteria penetapan awal bulan yang digunakan masing-masing metode tidak sama. Ada dua macam kriteria yang digunakan oleh metode-metode dalam menetapkan awal bulan, yaitu kriteria wujudul hilal dan kriteria imkanurrukyah.

Hisab NU memiliki ciri khas yaitu metode hisab penyerasian secara jama’i dengan pendekatan rukyah atau dengan menggunakan kriteria imkanurrukyah. Indikator secara empirik kriteria imkanurrukyah minimal tinggi hilal (TH) 2 derajat, umur bulan (UB) 8 jam, letak antara matahari dan bulan (BA) 3 derajat dan di-tashih dengan rukyah di lapangan. Metode hisab penyerasian ini berkualitas tahqiqi, tadqiqi atau ‘ashri.

Atas dasar metode, sistem dan kriteria tersebut maka hisab awal bulan Robiul awwal tahun 1431 H jatuh pada hari Selasa, 16 Februari 2010 dan 12 Robiul awwal 1431 H (Maulid Nabi Muhammad SAW) jatuh pada hari Sabtu, 27 Februari 2010 sebagaimana dimuat dalam almanak NU tahun 2010. NU tidak menetapkan awal bulan Robiul awwal pada hari Senin, 15 Februari 2010 karena pada hari ahad (malam senin) ketika matahari terbenam hilal baru 0047’18”, berarti belum memenuhi kriteria imkanurrukyah.

Berbeda dengan almanak-almanak lain yang menggunakan kriteria wujudul hilal sehingga awal bulan Robiul awwal 1431 H jatuh pada hari senin, 15 Februari 2010 dan tanggal 12 Robiul awal 1431 H jatuh pada hari Jum’at, 26 Februari 2010.

Perbedaan almanak NU dengan almanak lain pernah terjadi di masa lalu. Ketika Departemen Agama era Aqil Munawwar menetapkan hari rukyah untuk awal bulan Dzulhijjah tahun 2003 maka NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya. Ketika era Menteri Agama Maftuh Basuni menetapkan hari rukyah untuk awal Syawwal tahun 2007, NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya dan ketika menetapkan hari rukyah untuk awal bulan Romadhon tahun 2009, NU menetapkan bahwa hari rukyah jatuh pada hari berikutnya. Tetapi perbedaan-perbedaan itu dapat teratasi dengan rukyah-rukyah yang diselenggarakan oleh NU berhasil melihat hilal. Sekiranya untuk penetapan hari Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan rukyah oleh negara, maka insyaallah yang benar adalah almanak NU yang menetapkan hari Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada hari Sabtu, 27 Februari 2010.

Jelaslah bahwa perbedaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW yakni 12 Robiul awwal 1431 H (2010) ini karena adanya perbedaan kriteria.

Perbedaan hitungan hisab yang demikian ini menunjukkan bahwa hisab tidak dapat dijadikan dasar penyatuan penetapan awal bulan Qomariyyah.


A. Ghazalie Masroeri
Ketua Lajnah Falakiyah PBNU
Sumber : www.nu.or.id

Football News

 

© Copyright GP. ANSOR - FATAYAT NU KEC. PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.