Blogger Tricks
Mengungkap Rahasia Sholat Subuh
Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.
Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”.
Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”?
Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain.
Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat i tu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.
Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.
Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.
Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.
Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.
Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat ”ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur?
Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok).
Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.
Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran.
“Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.
Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida.
Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.
Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga.
Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.
Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, tatkala tamu yang tidak kita inginkan selalu saja sowan pada setiap pagi gelap, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.
Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.
Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.
Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.
Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.
Dan juga anda jangan jadi terlalu bersemangat, karena ingin sehat sehingga shalat subuhnya jadi 3 atau 4 rakaat. Itu tidak ada dalam petunjuk shalat. Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.
____________________________________
oleh : oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP http://ais.blogsome.com diambil dari milist “ahli sufi” arsip file attachment, posting by firliana putri
Pemuda Idaman Surga
Nah, sekarang giliran kita deh, sebagai generasi muda harapan emak, ups harapan bangsa maksudnya, yang boleh sedikit berbangga hati (tapi jangan berlebihan ya!!). So pasti deh kudu bangga..Gimana nggak bangga, coba? Eksistensi pemuda dalam agama Cinta ini sungguh sangat dihargai. Bahkan, al-Qur’an memaparkan dengan jelas tentang kepemudaan dalam salah satu suratnya. Masih ga percaya juga?? Islam itu merhatiin banget ‘n memuliakan para pemuda kayak kita ini. Al-Qur’an menceritakan tentang potret pemuda dalam fragmen ashaabul kahfi sebagai kelompok pemuda yang beriman pada sang Pencipta, Allah SWT. ‘n ninggalin mayoritas kaumnya yang ingkar dari agama Allah SWT, sehingga Allah SWT menyelamatkan para pemuda itu dengan membuat mereka tertidur selama 309 tahun. Coba deh contek: QS 18..
Lain ashaabul kahfi, lain juga kisah pemuda ashaabul ukhdud dalam Kitab-Nya, yang juga menceritakan tentang pemuda tegar dalam keimanannya kepada Allah SWT, sampe-sampe banyak yang ngikutin jejaknya untuk beriman kepada Allah SWT. Hingga aksinya ini bikin keki penguasa pada saat itu. Saking keselnya sama orang-orang yang beriman, penguasa dzolim itu tega membinasakan ratusan orang dengan diceburkan ke dalam parit berisi api yang bergejolak (sabab nuzul QS ). Naudzubillah, sereem banget deh. Horor!!
Dan masih banyak lagi contoh-contoh kisah para pemuda lainnya, yang bisa kita jadikan suri tauladan sebagai cermin diri. Diantaranya bahwa mayoritas dari assabiquunal awwaluun (orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW) adalah para pemuda (Abubakar ra masuk Islam pada usia 32 tahun, Ali ra 9 th, Umar ra 35 th, , Utsman ra 30 th, dst). Nah, kita yang mayoritasnya sedari brojol dari rahim ummi tercinta udah menyandang status sebagai muslim, masih aja berperilaku yang neko-neko. Capee deeeh..!!
Rahasia Biar Allah Fall in love sama kita
Mau tau apa rahasianya biar bisa jadi pemuda yang dicintai oleh Allah SWT? Ini dia rahasianya. Sifat-sifat yang membuat para pemuda itu dicintai Allah SWT dan mendapatkan derajat yang tinggi sampe-sampe kisahnya diabadikan dalam al-Qur’an dan dibaca oleh jutaan manusia dari zaman baheula hingga sekarang dan masa yang akan datang, adalah sebagai berikut :
1. Karena mereka selalu menyeru pada al-haq (QS 7/181)
2. Mereka mencintai Allah SWT, maka Allah SWT mencintai mereka (QS 5/54)
3. Mereka saling melindungi, menegakkan shalat (QS 9/71), tidak sebagaimana para pemuda yang menjadi musuh Allah SWT (QS 9/67)
4. Mereka adalah para pemuda yang memenuhi janjinya kepada Allah SWT (QS 13/20)
5. Mereka tidak ragu-ragu dalam berkorban diri dan harta mereka untuk kepentingan Islam (QS 49/15)
Nah tuh coba, tips-tipsnya udah di kasih, contoh juga ada. Masih mau jadi pemuda dan pemudi yang memble tanpa arti? Kalo kita memble ‘n ga punya arti dalam hidup ini jangan coba-coba bangga jadi pemuda deh!! Kalo masih saja ngandelin kemualiaan leluhur, tanpa pernah membuktikan kalo diri sendiri bisa berguna, apa yang mau di banggain? Well, sebelum tubuh lemah tak berdaya di makan usia, selama semangat masih membara, ayoo tunjukkan, kalo kita juga BISA!!
sumber : www.edumuslim.org
Orang-orang yang Dibenci Allah SWT
a. Al-Mu’tadun (Orang-orang yang Melampoi Batas), orang yang melampoi batas di antaranya disebutkan dalam QS Al Maidah (5) : 87 : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang Telah Allah SWT. halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”
b. Azh-Zhalimun (Orang-orang yang Aniaya), memiliki ciri-ciri, di antaranya (1) ia tidak mau berbuat adil, (2) ia sering berbuat yang merugikan orang lain, (3) ia akan merugi di dunia dan akhirat; perbuatan zalim disejajarkan dengan syirik, (4) ia tidak disenangi oleh Allah SWT. dan orang lain, dan (5) suka berbuat tidak baik dan melampoi batas kemanusiaan. Salah satu ketidak sukaan Allah SWT. kepada orang zalim ialah QS Ali Imran (3) : 57 : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, Maka Allah SWT. akan memberikan kepada mereka dengan Sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang zalim.”
c. Al-Mufsidun (Para Pelaku Kerusakan), dengan ciri-ciri : pertama, ia suka menyelisihi janji; kedua, tidak bisa dipercaya; ketiga, suka bertengkar untuk membenarkan pengkhianatannya; keempat, tidak malu berbuat dosa; kelima, bersikap tidak konsisten; keenam, suka mengambil hak orang lain tanpa hak; dan ketujuh, tidak memiliki tenggangrasa. Ayat yang beirisi celaan kepada mereka yang berbuat kerusakan di bumi misalnya, QS Al-Baqarah (2) : 205 : “Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah SWT. tidak menyukai kebinasaan.”
d. Al-Kha’inun (Para Pengkhianat), ciri pengkhianat ialah : pertama, ia suka menyelisihi janji; kedua, tidak bisa dipercaya; ketiga, suka bertengkar untuk membenarkan pengkhianatannya; keempat, tidak malu berbuat dosa; kelima, bersikap tidak konsisten; keenam, suka mengambil hak orang lain tanpa hak; dan ketujuh, tidak memiliki tenggang rasa. Ayat yang secara jelas menyebut para pengkhianat ialah QS Al-Anfal (8) : 58 : “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, Maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.”
e. Mukhatal fakhur (Yang Suka Membanggakan Diri), ciri-cirinya di antaranya ialah : (1) suka berkhayal, (2) suka memalingkan wajahnya, (3) suka berjalan dengan menengadah dan membusungkan dada karena congkak, dan (4) suka memamerkan kekayaan atau pangkat atau derajat atau ketampanan atau kecantikan. Ayat Al-Quran yang mengandung trem tersebut misalnya QS Lukman (31) : 18 : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
f. Al-Farihun (Orang yang Membanggakan Diri), ciri-cirinya yaitu: pertama, suka membanggakan diri; kedua, suka membanggakan kekayaannya; ketiga, tidak peduli terhadap orang yang lemah; keempat, tamak dan serakah terhadap harta; keenam, tidak menghiraukan urusan agama dan keakhiratan. Ayat Al-Quran yang mengandung trem tersebut misalnya QS Al-Hadid (57): 23 : “Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah SWT. (menyatakan kebesaran Allah SWT.). dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
g. Al-Musrifun (Orang-orang yang Suka Berlebih-lebihan), memiliki ciri-ciri sebagai berikut : (1) suka bersikap pemboros, (2) suka makan berlebihan dalam arti banyak atau yang tidak diperlukan oleh jasmaninya, (3) suka minum berlebihan, termasuk minum-minuman keras yang dapat merusak badan, (4) suka berbelanja barang-barang yang tidak atau kurang diperlukan, (5) sangat kikir terhadap hartanya, dan (6) karena perilakunya itu akhirnya ia hidup susah di dunia dan di akhirat nanti. Dalam Al-Quran, ayat yang mengandung trem ini diantaranya ialah QS Al-A’raf (7): 31 : “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah SWT. tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
sumber : www.padang-today.com www.gp-ansor.org
Orang-Orang yang Dicintai Allah SWT
Cinta diartikan dalam konsep ini hanya sekedar mencakup dimensi perasaan, dan pikiran serta sebuah ajang pengalaman pribadi seorang hamba kepada Allah SWT. Karena memang terllau banyak rumusan tentang cinta dan agak sukar untuk menentukan batasan yang tepat untuk mendefenisikan cinta, lagi pula persoalan cinta belum dapat diklasifikasikan dalam bentuk disipilin ilmu yang mana atau imu apa. Kalaupun ada dalam spisikologi itupun tidak terdapat pembahasan tersendiri yang memadai tentang cinta atau love padahal banyak orang yang menilai bahwa cinta merupakan perasaan (emotion) ataupun perilaku (behavior). Cinta dalam Alquran pada hakikatnya terdiri beberapa unsur utama yaitu keindahan, keharmonisan, kedekatan, kesenangan, intensitas dan hubungan timbal balik.
Bentuk cinta Allah SWT. kepada manusia adalah dimana cinta dalam versi ini terwujud karena keagungan serta kemuliaan Allah SWT. sebagai zat yang dipenuhi dengan limpahan mutiara kemuliaan dan keluhuran untuk dikenal dan diketahui oleh seluruh hamba-Nya. Hal ini terbukti dengan pelbagai karunia yang diberikan Tuhan berupa ruh kehidupan, akal fikiran yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, hati nurani serta kelebihan kemampuan luar bisa yang dikaruniakan kepada manusia yang tidak dapat dinilai dan diganti dengan apapun. Jika karunia yang besar ini dimamfaatkan sebaik-baiknya, tidak saja bermamfaat untuk dirinya sendiri tapi juga untuk sekalian alam. Sedangkan manusia yang dicintai Allah adalah manusia dan hamba-Nya yang mencintai agama, firman, rasul serta syari’at-Nya.
Dia juga mencintai para hamba yang bermunajat pada-Nya, bernaung pada hariban-Nya serta selalu berusaha dengan sekuat kemampuan yang dimilikinya untuk menuju sebuah puncak mahligai cinta melalui pengorbanan, syahadah dan jidah fi sabilillah untuk meninggikan kalimat serta agamanya. Tuhan merupakan sumber cinta, terciptanya alam ini juga atas dasar cinta Tuhan kepada mahkluk-Nya, dan untuk menjamin kebutuhan hidupnya. Pada hakikatnya bahwa manusia yang dicintai Allah SWT. yaitu manusia yang berhasil memperoleh cinta Allah SWT. dalam Alquran disebutkan beberapa golongan manusia yang sukses dalam meraih cinta-Nya, diantaranya adalah :
a. Al-Muttaqien (orang-orag yang Bertaqwa) tanda-tandanya ialah pertama, beriman kepada Allah SWT., hari kiamat, malaikat, kitab suci, para nabi; kedua, mau memberikan harta yang dicintainya kepada karib kerabat, anak yatim, orang miskn, ibn sabil, peminta-minta, memerdekakan budak; tiga, mengerjakan shalat, zakat; keempat, memenuhi janji; dan kelima, sabar dalam perang. Dengan kata lain muttaqien adalah orang yang memiliki integritas pribadi yang sempurna lahir dan bathin. Dalam hal cinta Allah SWT. ini dapat dilihat dalam QS At-Taubah (9) : 4 : “Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu Telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, Maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah SWT. menyukai orang-orang yang bertaqwa.”
b. Al-Muhsinun (Orang-orang yang Berbuat Baik) yang memiliki ciri-ciri, pertama, beriman yang teguh; kedua, dermawan, tidak kikir; ketiga, ikhlas hanya berharap kepada Allah SWT.; keempat, memiliki etika yang tinggi, hormat kepada yang lebih tua dan sayang kepada yang lebih muda; kelima, sopan dan santuan serta halus dalam bersikap dan berbicara, tidak kasar. Dalam Al Quran disebutkan di antaranya QS. Ali Imran (3) : 134 : “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah SWT. menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
c. Ash-Shabirun (Orang-orang yang Sabar), memiliki lima ciri : pertama, memiliki iman yang kuat, tidak ragu dan bimbang; kedua, memiliki integritas pribadi yang kokoh dan konsisten; ketiga, berbuat dan bekerja dengan tekun; keempat, ulet, tabah, tidak gugup menghadapi cobaan dan malapetaka kehidupan; kelima bertawakal dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. setelah mencurahkan upaya maksimal. Dalam konteks ini misalnya firman Allah SWT. dalam QS. Ali Imran (3) : 146 : “Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah Karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah SWT., dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah SWT. menyukai orang-orang yang sabar.”
Al-Muqsithun (Orang-orang yang Adil), memiliki lima ciri : pertama, memiliki iman yang kuat dan teguh; kedua, memiliki sikap jujur dan adil terhadap siapapun; ketiga, memiliki sikap toleransi yang tinggi; keempat, konsisten dalam sikap dan pendiriannya demi mempertahankan kebenaran dan keadilan; kelima, aktif dan kreatif memberikan solusi yang baik (ashlah) terhadap berbagai problema kemasyarakatan. Dalam QS Al-Mumtahanah (60) : 8, Allah SWT. berfirman : “Allah SWT. tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah SWT. menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Al-Mutathahirun (Orang-orang yang suci), yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pertama, memiliki iman yang kuat; kedua, memiliki sikap yang konsisten dan komitmen yang tinggi dalam menjaga kesehatan jasmani dan ruhani; ketiga, rajin melakukan kegiatan yang mengarah kepada kebersihan lingkungan dan bergaya hidup yang sehat; keempat, memiliki jasmani dan ruhani yang sehat dan kuat. Tentang cinta Allah SWT. ini, salah satunya dapat dijumpai dalam QS. At-Taubah (9) : 109 : “Maka apakah orang-orang yang mendirikan mesjidnya di atas dasar taqwa kepada Allah SWT. dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka jahannam. dan Allah SWT. tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim.”
d. Al-Mujahidun fi Sabilillah (Pejuang di Jalan Allah SWT.), cakupannya sangat luas, yang mesti memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pertama, beriman teguh; kedua, bernani menghadapi berbagai resiko dalam membela agama Allah SWT.; ketiga, selalu menjaga kesehatan jasmani dan ruhani; keempat, cermat dan juga penuh perhitungan serta tidak gegabah dalam segala tindakan; keenam, ikhlas dalam beramal dan hanya berharap kerelaan Allah SWT. (li mardhatillah). Dalam QS Ash-Shaff (61) : 4 disebutkan : “Sesungguhnya Allah SWT. menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
e. Al-Mutawakkilun (Orang-orang yang Bertawakal), memiliki ciri-ciri sebagai berikut : pertama, beriman teguh kepada Allah SWT.; kedua, menjadikan Allah SWT. semata sebagai tumpuan harapan terakhir; ketiga, bekerja cermat dan maksimal sebelum berserah diri kepada Allah SWT.; keempat, tidak mudah menyerah dan putus asa; kelima, sabar dan tabah dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan; keenam, selalu tidak lupa memohon pertolongan Allah SWT. dalam menghadapi permasalahan. Dalam QS Ali Imran (3) : 173 sering kita ucapkan : “Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan Sebenarnya; membenarkan Kitab yang Telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.”
sumber : www.padang-today.com www.gp-ansor.org
Tujuh Kelompok yang Akan Selamat
Hadits ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh golongan manusia
yang akan mendapatkan syafaat dari Allah SWT, yaitu:
Pemimpin yang adil
Pemimpin disini bisa presiden, pak camat, pak lurah atau kepala rumah tangga sampai imam di masjid atau musholla. Untuk imam, yang dimaksud imam yang adil adalah tidak membeda-bedakan saat ia sholat sendiri maupun sedang mengimami jamaahnya. Tidak saat ia sendiri ia sholat membaca surah yang pendek, tetapi saat berjamaah ia membaca surah yang panjang.
Anak muda yang saleh
Ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Ini merupakan imbalan dan
penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.
Orang yang hatinya terikat pada masjid
Masjid adalah tempat yang paling dicintai Alloh dimuka bumi ini, jadi sudah sewajarnya apabila manusia-manusia yang hatinya selalu terikat pada tempat yang paling dicintaiNya, akan mendapatkan perlindungan di hari akhir. Tidak ada yang menghalangi dia dan keluarganya kecuali keinginan untuk selalu berjamaah di Masjid/Musholla, adalah salah satu
tanda hati sudah terikat kepada Masjid.
Dua orang yang saling mencintai karena Allah
Makna yang didapat adalah kebersamaan dan persahabatan. Kita melakukan sesuatu bersama-sama dengan saudara kita, dan kita melakukannya semata-mata karena mengharap ridha Alloh; Saat saudara kita lupa dan ingkar kepada Alloh, kita mengingatkannya. Itu adalah cermin persahabatan yang dirahmati Alloh
Mampu menghadapi godaan lawan jenis
Dicontohkan saat Nabi Yusuf AS berada dalam istana raja dan mendapat godaan yang luar biasa dari Siti Julaiha, seorang wanita yang sangat rupawan. Nabi Yusuf bermunajat kepada Alloh SWT dan berkata `lebih baik hidup di penjara dari pada di istana' karena beliau tahu betapa
Alloh akan melindunginya di yaumil akhir apabila dapat melawan godaan yang sangat berat itu.
Ihklas dalam beramal
Semua berawal dari niat, bahkan dalam beramal sekalipun. Dalam hadist Arbain, keutamaan berniat sebelum melakukan amalan ditempatkan pada hadist yang paling pertama. Dilambangkan dalam bersedekah, tangan kiri tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya.
Bertahajud dan Berzikir kepada Alloh
Bangun pada tengah malam, berserah diri kepada Alloh, memohon ampun dan mengingat dosa-dosa di masa lalu sampai bercucuran air matanya, termasuk salah satu yang dijamin perlindungannya di hari akhir kelak.
Sudahkah kita termasuk didalam 7 golongan itu?
sumber : www.kaffah4829.wordpress.com
Kalo mo daftar buruan aja, mumpung masih hidup, ntar kalau udah mati ga bisa daftar lho ...
Doa dan Cinta di atas Sajadah kesabaran
Kilau mutiara senja tlah menyibakkan berjuta makna di balik semburat jingga .Gesekan daun bambu dan suara jangkrik memecah keheningan kampungku, sebuah kampung kecil di pelosok kabupaten, Sesekali suara adzan nian terdengar dari surau di ujung kampung. Ku ambil air wudhu dari padasan di belakang rumah, subhanallah, tak sengaja ku lihat indahnya sasandara bersanding aruna, begitu agung ciptaan Allah, seakan mereka tersenyum padaku mengajak berdzikir. Begitulah selintas kekagumanku. Setelah berwudhu kulangkahkan kakiku menuju ruang sholat yang sangat sederhana. Allahuakbar, akupun melaksanakan sholat magrib.Usai menjalankan sholat, kulangkahkan kaki menuju suatu ruang sederhana dimana Bapak terbaring tak berdaya, dengan telaten ku tuntun Bapak tayamum dan sholat dengan berbaring. Bapakku adalah seorang buruh tani, sedangkan Ibuku seorang wanita gigih pembuat tempe, semenjak Bapak sakit dan tak bisa bekerja lagi hanya Ibu yang menopang hidup keluargaku serta membiayai sekolah aku dan adikku, untuk biaya pengobatan Bapakpun kami tak sanggup lagi, sehingga kondisi Bapak makin hari makin lemah. Kadang aku dan adikku mencari kayu bakar untuk di jual di pasar,setiap hari aku juga membawa mendoan ke sekolah, hasilnya aku kumpulkan untuk membeli buku dsb.
Senja ini mengantarkan malam yang serasa cepat, setelah tadarus kumandang adzan isya’ kian terdengar, seperti waktu sholat lainya, aku sholat lalu membimbing Bapak untuk tayamum dan sholat. Dengan cahaya lampu yang minimal ku bersihkan sepatu, karena esok hari aku akan mewakili lomba cerdas cermat di kabupaten. “ Le, tengoklah Bapakmu lagi, beliau pengen ngomong sama kamu”, suara Ibu memecah keheningan, ku langkahkan kakiku di mana tempat Bapak berbaring, aku duduk di kursi dekat tempat tidur Bapak “Le Ton, kamu sekarang udah gedhe, sedelo maneh kowe kuliah, Bapak pesen, kowe dadio bocah kang bisa manfaati marang liya lan isa dadi tuladha dening adhimu lan keluargamu sesuk” Bapak berbicara terbata-bata, tak seperti biasa Bapak berbicara seperti itu, memberikan sebuah amanat untukku.
Jam menunjukkan angka dua, aku bangun mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat tahajud, iaph hari ini adalah hari senin jadi aku harus puasa, setelah sholat tahajud kulangkahkan kakiku ke dapur, aku tau Ibu tak banyak menyimpan makanan, hanya tempe goreng yang selalu ada itupun karena Ibu yang membuatnya, serta sebungkus kecap. Dengan makanan yang sederhana itu insyaallah akan memberikanku kekuatan untuk sehari nanti. Dinginya malam semakin mengusik, hal ini sudah menjadi kebiasaanku, bukan lagi waktu untuk tidur, melainkan untuk belajar dan menunggu kumandang subuh dan melanjutkannya dengan pekerjaan rumah terutama menyiapkan mendoan yang akan kujajakan di sekolah, karena pagi-pagi sekali Ibu sudah ke pasar menjual tempe.
Jam enam pagi aku siap berangkat sekolah, aku harus berjalan sekitar empat puluh menit untuk sampai ke sekolah, itupun aku melewati jalan setapak serta pematang sawah, karena jika aku melewati jalan yang biasa dilalui angkutan desa terlampau jauh. Dengan penuh semangat serta iringan doa selalu ku panjatkan pada Allah SWT, apalagi nanti aku akan mengikuti lomba. Jalan yang jauh serta energy yang ekstra bukanlah penghalang untukku, meskipun aku hanya anak kampung aku ingin maju. Gerbang SMA Wijaya Bhakti dimana aku sekolah tlah nampak di depan mata, “assalamu’alaikum Ton, gimana siap kan?” Akhlis dan Abim temanku yang akan maju lomba denganku tlah menyambut kedatanganku dengan rona semangat, “waalaikum salam Khlis, Bim , insyaallah siap, eh sebentar ya, aku ke kantin dulu, biasa mau nitipin ini” jawabku sambil menunjukkan tas kresek yang berisi mendoan. “eh nak Toni, sudah mruput, Ibu aja baru buka, denger-denger mau lomba ni?” sapa bu Siti si pemilik kantin dengan ramah. “iya bu, makanya saya berangkat pagi-pagi, karena saya akan mempersiapkan untuk lomba, ini bu nitip ya” jawabku sambil meletakkan mendoan. “iya nak, tinggal situ aja, semangat ya, Semoga Allah senantiasa membimbing dan memberi kemudahan, trus dapet juara satu”kata bu Siti.
Mobil kijang milik pak Rochmi tlah terparkir di depan sekolah, “Ton ayo cepet, udah ditunggu di mobil tu” Akhlis memanggilku. Akupun segera masuk mobil. Mobil melaju melewati jalan kota kabupaten, dan berhenti di sebuah gedung yang begitu megah. Jarum jam mengantarku memasuki waktu dimaulainya lomba itu, ketegangan demi ketegangan mulai kami rasakan. Hingga pada akhirnya teamku dan team dari SMA Pembina harus memperebutkan soal terakhir, soal terakhir yang diberikan adalah soal matematika yang kebetulan bisa langsung aku kerjakan dengan cepat dan Alhamdulillah benar. Betapa senangnya team kami, memperoleh point unggul dan membawa pulang thropy, sertifikat,uang pembinaan, dan sebuah motivasi besar beasiswa yang diperoleh jika diantara kami bisa melanjutkan di Perguruan tinggi Negeri. Aku ingin sekali segera kembali kerumah untuk mengabarkan berita bahagian ini kepada Bapak dan Ibu, sebagai penyemangat Bapak agar lekas sehat.
Hari itu tak seperti biasanya, Pak Rochmi, Pak Mardi, Bu Eni, Akhlis dan Abim turut mengantarkan kebahagian itu hingga rumahku. Namun, ada hal mengejutkan ketika mobil yang kami naiki sampai di dekat rumahku. Bendera putih terpasang di gang dekat rumahku, dan banyak orang yang datang menuju rumahku. Thropy, sertifikat dan uang pembinaan yang akan segera ku beritahukan kepada Ibu dan Bapak jatuh begitu saja ketika Ibu keluar dari pintu dan memelukku. Akupun segera tau apa yang terjadi, Bapak telah kembali ke Rahmatullah dan amanat yang tadi malam disampaikan Bapak adalah amanat terakhir untukku.
Mungkin inilah bukti rasa Cinta Allah padaku, dengan memberi cobaan ini mengharuskan aku tabah, dan lebih rajin berusaha. sebagai anak laki-laki yang pertama di keluargaku aku harus mengemban tanggung jawab seperti kepala keluarga. Beberapa hari setelah Bapak meninggal, dua orang setengah baya datang kerumahku. “ada yang bisa saya bantu pak?”, tanyaku setelah ku persilakan mereka masuk. “Begini dik, kami berdua adalah pengurus panti asuhan Misfalah, maksud kedatangan kami yang pertama adalah silaturahmi, dan selanjutnya adalah ingin mengajak adik menjadi anak asuh kami panti asuhan, sampai akhir pendidikan SMA kami akan membiayai sekolah adik serta memberi jaminan hidup selama SMA”, jelas Bapak itu, Ibu yang berada di sampingku hanya bisa memandangiku, aku tau, Ibu berat membiayai sekolah aku dan adikku. “ begini pak, bagaimana jika adik saya saja, karena adik saya masih SMP dan masa depanya masih panjang, lalu saya dirumah saja membantu Ibu bekerja” jelasku penuh pertimbangan. “jadi gini nak, panti asuhan kami masih tergolong baru, kami masih akan menampung banyak anak, jadi kami memberikan dua kesempatan untuk nak Toni dan adiknya” Bapak yang berbaju batik hijau itu menambahkan. “ jika itu kehendak Bapak-Bapak insyaallah saya dan adik saya siap pak, tapi bagaimana dengan Ibu?” kataku. “ kalau Ibu, selama itu menjadi kebaikan yang akan mengantar masa depan kalian, Ibu tak mempermasalahkan, karena Ibu tak bisa banyak membiayai kalian apalagi kalian mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, Ibu hanya bisa mendoaakan kalian” dengan bijak Ibu memberi izin padaku dan pada adikku.
Aku dan adikku kini berada di panti asuhan yang letaknya tak jauh dari sekolahku, jadi semakin mudah untuk pergi kesekolah. Alhamdulillah panti asuhan yang kami tinggali sangat agamis, meski panti asuhan campuran namun antara laki-laki dan perempuan bisa saling menjaga. Waktu magrib pun tiba, aku segera meninggalkan kegiatanku lalu menuju masjid dan ku kumandangkan adzan. Diantara waktu magrib dan isya semua diwajibkan tadarus. Usai sholat isya adalah waktu makan malam. “bruk…” upsss, tak sengaja aku menabrak seorang gadis, hingga sajadah yang dibawanya jatuh. “maaf, aku tergesa-gesa” gadis sebayaku itu mengambil sajadah dan sebelum aku berkata apa-apa ia sudah meninggalkanku, aku pun merasa bingung karena aku yang merasa salah malah ia yang meminta maaf, terlintas wajah cantiknya di pikiranku “masyaallah”.
Setelah kejadian itu aku tak pernah menemui gadis itu lagi, bayang-banyangnya sering melintas di benakku. Waktu di panti asuhan ini sekarang kutambah untuk belajar yang lebih intensif, karena Ujian Nasional semakin dekat, tinggal hitungan hari. “ Mas, aku kok pengen pulang ya, kangen Ibu” tak seperti biasa, adikku yang pendiam berbicara seperti itu padaku, padahal kemarin kami baru saja pulang nengok Ibu sekalian aku minta doa restu Ibu untuk melaksanakan Ujian Nasional dan mengutarakan niat kelanjutan studiku kelak.”lhah kan kemarin habis pulang” jawabku. “Mas Toni, ada tamu itu, ditunggu di ruang tamu”, Anas temanku menanggilku. “iya Nas, makasih, aku akan segera kesana” jawabku dan meninggalkan adikku. Tak seperti bisaa, ada tamu mencariku, ada kepentingan apa ya kira-kira. “ assalamu’alaikum Ton” tamu itu adalah Fauzi, tetanggaku dari kampung. “waalaikum salam Zi, tumben kamu datang kesini, eh mau minum apa ?” jawabku. “ehm, ga usah repot-repot Ton, ini waktunya mendesak, aku Cuma menyampaikan amanat aja, kamu dan Ilyas adikmu diminta cepet-cepet pulang, sekarang!” kata Fauzi tergesa-gesa. “ada apa emangnya Zi?” tanyaku penasaran, “udahlah Ton, ayo cepetan, nanti kamu tau sendiri wis, buruan panggil adikmu” kata Fauzi. Kami bertiga berpamitan pada pihak panti asuhan untuk pulang sebentar. Angkutan desa mengantarku sampai di rumah.
Rumahku ramai, “ada apa lagi ini Zi?” tanyaku pada Fauzi, “gini Ton, tadi pagi, saat Ibumu pulang dari pasar, di kampung sebelah Ibumu tertabrak mobil, lalu…………..” jelas Fauzi pelan, “ lalu Ibu sekarang dimana Zi?” tanyaku tak sabar. “Ibumu, Ibumu sekarang ….”Fauzi berkata semakin pelan dan menundukkan kepala “Ibumu di rumah sakit kabupaten Ton, baru saja mendapat kabar bahwa Ibumu tlah tiada” Lanjut Fauzi, akupun kontan kaget, bagai disambar petir di siang bolong. “Ayo Zi antar aku kesana” Pintaku memaksa, “ngga usah Ton, sebentar lagi jenazah almarhum Ibumu akan dibawa pulang, kamu mengurus pemakamanya saja, yang tabah Ton” Fauzi menenangkanku, di sisi lain Ilyas menangis.
Siang itu para pelayat mengantarkan Ibu ke pemakaman. Gundukan tanah dan wewangian bunga di samping pusara makam Bapak menjadi pertanda kesempurnaan cobaanku. Bukan berarti bagiku ini semua adalah akhir dari semua perjuanganku, aku yakin, Ibu dan Bapak mengiringi perjuanganku di dunia. Setelah ku doakan Ibu dan Bapak di makam, kulangkahkan kakiku menuju rumah. Bayang-bayang akan Bapak dan Ibupun masih ada di benakku. “Mas, lihatlah itu” Ilyas memanggilku, aku beranjak menuju tempat dimana Ilyas berdiri tepat di depan kamar Ibu, sebuah kotak kecil berwarna merah diatas sajadah, itulah yang membuat Ilyas memanggilku. Perlahan aku dan Ilyas mendekatinya, kubuka kotak itu, dan Ilyas menyaksikanya. “cincin Mas, coba lihat ada tulisan di bawahnya” kata Ilyas,
Anakku Fatoni,
Nak, maafkan Ibumu, Ibu tak akan bisa menemani kalian. Ibu membelikan sebuah cincin kelak untuk istrimu, jaga adikmu Ilyas. Semoga Allah senantiasa menyanyangi dan menjaga kalian.
Ibu
Aku tau di sajadah itu Ibu biasa sholat dan berdoa. Tapi aku tak tau maksud Ibu menuliskan itu semua, Ibu sudah membelikanku sebuah cincin untuk calon istriku kelak, padahal sekarang aku baru akan Ujian Nasional dan itu tandanya masih jauh aku akan melangkah di jenjang pernikahan, karena aku masih harus kuliah dan membiayai adikku. Tapi apapun yang terjadi itu semua kehendak Allah dan cincin itu adalah amanat Ibu. Begitulah selintas pikiranku. Malam itu aku tidur dirumah. Waktu mengantarkan hari kepada malam, jam dua malam aku bangun, seperti bisaa aku melaksanakan sholat tahajud. “Ya Allah, Engkaulah yang Maha Pengasih dan Maha Penyanyang, cobaan ini hanyalah kuasaMu, berikan ketabahan hati hambaMu yang dhoif ini, tunjukkanlah jalan kebenaran, jauhkanlah dari semua fitnah dunia akhirat Ya Allah, berikan kemudahan hambaMu untuk melaksanakan Ujian Nasional dan jadikan hasilnya adalah barokah bagiku, bagi adikku dan bagi semua orang sehingga aku dapat mengemban tanggung jawab yang Bapak, Ibu Amanatkan. Berikan ketenangan bagi Bapak dan Ibu di sisiMu Ya Allah. Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahlan, wa anta taj’alul hazna izasyi’ta sahlan, Allahumma ya musarrifal qalbi sarrif qulubana ala ta’atik, wal hamdulillah hirobbil’alamin ”
Hari ini adalah hari tenang, karena esok adalah Ujian Nasional, aku masih di rumah, sementara Ilyas sudah kembali di panti asuhan. Seakan belajarku ditemani Bapak dan Ibu, ah semoga beliau tenang di sana.
Sekarang bukan lagi detik-detik menjelang Ujian Nasional, melainkan waktu Ujian Nasional. Dengan segala kerendahan hati, kupanjatkan Doa kepada Allah SWT, waktunya tawakal. Mata pelajaran demi mata pelajaran tlah ku perangi dengan senapan kemantapan yang tlah ku isi dengan peluru usaha dan doa. Selang beberapa hari dari Ujian Nasional adalah pengumuman tes seleksi PBUD di PTN yang telah ku ikuti. Alhamdulillahirrobil’alamin, namaku tlah membawa kabar bahagia bagiku, sekolah dan pihak panti asuhan. Sayang, Ibu dan Bapak tidak bisa menyaksikan kebahagianku. Aku diterima di jurusan Teknik Arsitektur, meskipun biaya selama lima tahun kuliah gratis, namun fasilitas lain yang digunakan harus membeli sendiri, padahal panti asuhan hanya menjamin biaya sekolah dan hidupku sampai SMA.
Roda waktu yang berputar memberi jawaban atas doa dan usahaku selama ini, Subhanallah, “Ahmad Fatoni” nama yang terpajang di papan pengumuman sekolah, adalah peringkat pertama peserta Ujian Nasional SMA Wijaya Bhakti.
Allah tlah memberi petunjuk padaku, jika aku harus kuliah di PTN yang tlah menerimaku. Aku akin, pasti ada jalan terbaik untuk memenuhi kebutuhan kuliahku, apalagi tahun ini pula Ilyas diterima di SMA internasional yang biayanya tak bisa mengandalkan dari Panti asuhan. Aku memutuskan untuk tinggal di pondok pesantren, karena tinggal di kos atau kontrakan memerlukan biaya mahal, di samping itu di pesantren aku bisa lebih mendalami ilmu agama dan mengembangkan ketrampilanku yang menghasilkan uang.
Tiga tahun aku kuliah, sebagai mahasiswa aku merangkap menjadi santri di pesantren. Aku menekuni ketrampilan yang pernah dijalani almarhumah Ibu, aku membuat sekaligus menjual tempe, tidak hanya di kalangan pesantren, bahkan di kampus aku terkenal sebagai pembuat dan penjual tempe. Hal ini tidak membuatku malu, karena hasil yang aku dapatkan adalah halal dan benar-benar bisa membantu mencukupi kebutuhanku dan kebutuhan adikku. Namun, banyak waktu yang tersita untuk masalah tempe, meski berat dan harus mengatur jadwal untuk kuliah, praktikum, mengaji dan membuat tempe. Apalagi aku harus ekstra bekerja keras, sebentar lagi adikku juga akan masuk Perguruan Tinggi, aku tau adikku ingin menjadi dokter, dengan segala usaha aku harus bisa memenuhinya karena adikku tergolong pandai, sia-sia jika tak mengembangkan bakat dan menyalurkan ilmunya.
“ Mas Toni, setelah ngaji nahwu ntar di suruh nemui Romo Kyai” Afif mengagetkanku ketika aku membaca kitab di sudut ruangan. “ada apa ya Fif, kok kayaknya penting”tanyaku pada Afif, “Aduh mas, saya juga kurang tau, sowan aja nanti, yang penting saya sudah menyampaikan amanat beliau” tambah Afif. Aku dan Romo Kyai memang tergolong dekat, karena aku sering berbagi dengan beliau, konsultasi masalah kitab, kuliah hingga masalah ekonomi karena latar be;akang keluarga, dan Beliaulah yang mengarahkan dan memberi solusi, Beliau seperi Bapakku sendiri.
Ngaji nahwu adalah ngaji wajib yang diikuti para santri, jadwalnya setelah sholat isya’ sampai jam Sembilan yang langsung diajar Romo Kyai. Selepas jam Sembilan, biasanya Romo Kyai langsung pulang di ndalem yang berhadapan dengan aula dimana semua santri mengaji. “assalamu’alaikum Romo”, aku menemui Romo dan kucucup tangan beliau ketika salaman. “Ayo Ton sini, duduk dulu” Romo Kyai mempersilakanku duduk di karpet hijau. “ Begini Ton, Romo sudah tau banyak tentang kamu, Romo tau kamu sangat sibuk sekali hingga kadang kamu kuwalahan membuat pesanan tempe, padahal kamu harus kuliah, Romo seneng, Romo tidak akan menghalangi usaha kamu membuat tempe di pesantren ini” Romo berbicara panjang,”Lantas apa yang menjadi masalanya Romo?” tanyaku bingung. “begini Ton, Kakakku yang di Rembang punya pondok putri, kemarin Beliau telvon, bahwa salah satu santrinya ada masalah, yang semoga kiranya kamu bisa bantu” tambah Romo, aku benar-benar belum mnengerti maksud Beliau. “ Kamu pasti bingung, santrinya Mas Mujab yang dirembang itu namanya Hanum, dia dari keluarga bermasalah, Bapaknya selalu mengejar-ngejar dia untuk dijadikan pelacur, dia sering berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat yang lain, jalan terakhir yang ia pilih adalah ingin segera menikah, namun ia belum punya pilihan, katanya dia anaknya sholeha, cantik, dan rajin. Gimana Ton kalau kamu bisa membantunya?” Kata-kata Romo Kyai membuatku sangat kaget. “kenapa harus saya Romo?” aku bertanya heran. “Karena saya tau banyak tentang kamu Ton, apalagi sekarang kamu butuh orang yang bisa membantu usahamu, jadi mungkin dia menjadi solusi yang tepat buat kamu. Gimana Ton?” Tanya Romo Kyai. “ Jika itu memang kehendak Allah yang akan membuat saya lebih baik, insyaallah bisa jadi Romo, namun berikan saya waktu untuk lebih memantabkannya, mungkin besuk malam saya akan memberi jawabanya” jelasku.
Malam itu aku terbangun untuk sholat istikharah, aku harus menentukan pilihan antara ya dan tidak. Di atas sajadah yang dahulu selalu digunakan Ibu untuk sholat dan berdoa, dengan segenap kepasrahan ku panjatkan doa kepada Allah SWT, aku ingin diberi petunjuk jalan yang terbaik, karena aku hanya pemuda bisaa yang tak punya apa-apa, kecuali kasih sayang Allah.
Malam tlah berganti, setelah ngaji nahwu ku temui Romo Kyai. Dengan banyak kata pengantar, tibalah saatnya aku berbicara pada inti permasalahan. “dengan segera kerendahan hati saya, saya hanya punya satu petunjuk, sebuah cincin yang diamanatkan almarhumah Ibu untuk calon istri saya Romo, jika ini kehendak Allah dan restu dari Ibu dan Bapak yang telah Sowan Allah, maka cincin ini sempurna terpasang di jarinya” aku menyerahkan kotak kecil itu kepada Romo Kyai.
Romo Kyai memanggilku. “ Dia sudah mau nyampe sini Ton, tunggu sebentar ya” kata Romo Kyai, “iya Romo, saya tinggal masuk dulu ya, ini saya bawakan tempe biar saya bawa ke dapur dulu” akupun ke belakang menuju dapur ndalem Romo, tidak lama aku di daput terdengar salam, tamunya sudah datang, sekalian aku baut minuman.
“ itu dia nak yang namanya Fatoni” Romo guru berbicara pada wanita yang tertunduk itu ketika aku keluar membawa minum. Aku pun kaget setengah tidak percaya, wanita itu adalah gadis yang pernah berpapasan hingga sajadahnya jatuh ketika dulu di panti asuhan. Setelah kusajikan minuman untuk keluarga Kyai Mujab dan wanita itu aku duduk di samping Romo Kyai. “Nak, cobalah cincin ini” kata Romo Kyai sambil memberikan kotak kecil itu. Tubuhku bergetar, detak jantungku semakin cepat ketika ia mencoba cincin. “Ibu, lihatlah” gadis itu menunjukkan cincin yang dipakai kepada Nyai Mujab. “ Mas Kyai, cincinya pas dan sangat cocok di jari Hanum” Nyai mujab menyimpulkanya. “Ton, seperti yang kamu katakana kemarin, kesimpulanya dia cocok untukmu menurut cincinya, bagaimana dengan hatimu?” Tanya Romo Kyai. “iya Romo, Allah telah memberi petunjuk kepada saya, tapi seperti yang Romo ketahui, saya hanya pemuda biasa yang tak punya apa-apa, saya tak bisa menjanjikan mahar yang mewah, hanya seperangkat alat sholat dan mushaf serta cincin yang diamanatkan Ibu” jelasku. “gimana Num?” Tanya Kyai Mujab. “ saya tidak menuntut yang aneh-aneh Kyai, suami sholeh yang bisa membimbing dan melindungi keluarga saya itu sudah cukup” jelas gadis yang bernama Siti Latifah Hanum itu. “lalu, kapan rencana untuk akadnya Ton?”Tanya Romo guru. “lebih cepat lebih baik Romo, daripada banyak fitnah dan jauh dari hal-hal yang tak dikehendaki karena saya hanya manusia biasa” jawabku Mantab. “tapi ada yang perlu diketahui, bahwa saya hanya punya rumah di kampung dan ….” Kataku lemah, “Mas Kyai sudah cerita banyak ke saya nak, jangan kuatir, saya punya sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari sini dan tak jauh dari tempat dimana kamu kuliah, kebetulan bulan ini orang yang ngontrak mau pindah, jadi setelah kalian menikah kelak kalian bisa menempatinya” Subhanallah, kata-kata Kyai Mujab membuat aku kaget, kaget karena ada rizki yang begitu mudah di dapatkan.
Seminggu setelah pertemuanku itu aku menikah, karena di dalam islam tiadak ada kata pacaran, sekedar pengenalan yang singkat itu membuat aku yakin bahawa hanum adalah wanita sholihah. Rasa syukurku pada Allah tak henti-hentinya kupanjatkan, betapa Allah menyanyangi dan mencintai hambaNya jika hambaNya sayang dan Cinta kepadaNya, hal yang tak kalah indahnya adalah anugrah cinta sesama makhluk tanpa sesuatu yang melanggar ajaran islam.
Dua tahun setelah aku menikah dengan Hanum aku telah menyelesaikan kuliahku, uang yang tlah aku kumpulkan bisa menjadi modal membeli tanah dan membuat perumahan islami, usaha pembuatan tempe yang dulu ku rintis di Pesantren kini tlah menjadi perusahaan pesat yang di urus istriku hingga mempunyai cabang di beberapa daerah, Ilyas adikku tlah lulus dari SMA Internasional dan masuk kuliah di kedokteran. Itu semua tak lepas dari doa, usaha kami. Dibalik semua kesulitan ada kemudahan yang hikmahnya berlipat. Alhamdulillah di tahun keemasanku ini, istriku tlah dikaruniai seorang anak Muhammad Luqman Hakim Alamsyah, di tahun ini pula aku dan istriku bisa menjalankan ibadah haji bersama-sama.
Sepanjang hidupku ini penuh goresan kata dalam diaryku untuk Allah. Menjadi manusia yang sempurna adalah manusia yang bias mengimbangi hubungan anatara manusia dengan Allah(habbluminallah) dan hubungan sesama manusia(habbluminnanas). Subhanallah wal hamdulillah wal laillaha’illallahu allahuakbar.
Cerpen ini pernah diikutkan dalam Lomba dalam rangka Bulan Bahasa, UAD Jogja
Birumu dalam Hijau Jiwaku
Mega mimpi bertahta indah di depan mata,
Kesetiaan mentari perlahan pelan menjemput sasandara,
Bayu berhembus, seraya mengantarkan nyanyian ombak,
Behias hamparan maha luas lautan biru
Menyuguhkan permai damai kesucian CiptaanMu
Bergulung deru mengiringi nyanyian Kwaru di sore itu
Senandung pucuk-pucuk cemara memulai ceritanya,
Merangkai indah kata mutiara akan pesona wisata,
Kibar layar perahu nelayan merayu angan
Menyampaikan pesan akan masadepan,
Butiran pasir berkejaran penuh rindu,
Menghijaukan damai jiwa dalam indah samudra biru….
[Kwaru, 21 Februari 2010]
Keutamaan Membaca Sholawat
Kalau dikatakan Bid'ah Gimana ? Biarin aja, kata Gus Dur (Alm) "gitu aja kok repot". Masing-masing orang punya pendapat sendiri-sendiri, silakan aja, Kalau punya dasar yang kuat untuk mengatakan Bid'ah. Jangan sampai cuma ikut-ikutan, parahnya lagi kalau memang dasarnya malas. Ya berarti bilang aja malas jangan bilang bid'ah. Karena Membaca Sholawat itu tidak hanya dianjurkan tapi sangat dianjurkan. Di Al Qur'an Begitu kok, Hadits juga banyak yang mengajurkan kita membaca Sholawat. Bahkan tuh, Malaikat aja baca Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW. Jadi jangan sampai kita termasuk orang-orang yang inkar terhadap Sunnah apalagi inkar terhadap AL Qur'an.
Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut :
Kita senantiasa memanjatkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad Rasulullah:
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad Rasulullah
Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawat salamlah kepadanya. (QS Al-Ahzab 33: 56)
Shalawat dari Allah berarti rahmat. Bila shalawat itu dari Malaikat atau manusia maka yang dimaksud adalah doa.
Sementara salam adalah keselamatan dari marabahaya dan kekurangan.
Tidak ada keraguan bahwa membaca shalawat dan salam adalah bagian dari pernghormatan (tahiyyah), maka ketika kita diperintah oleh Allah untuk membaca shalawat -yang artinya mendoakan Nabi Muhammad- maka wajib atas Nabi Muhammad melakukan hal yang sama yaitu mendoakan kepada orang yang membaca shalawat kepadanya. Karena hal ini merupakan ketetapan dari ayat:
Maka lakukanlah penghormatan dengan penghormatan yang lebih baik atau kembalikanlah penghormatan itu. (QS. An Nisa’: 86)
Doa dari Nabi inilah yang dinamakan dengan syafaat. Semua ulama telah sepakat bahwa doa nabi itu tidak akan ditolak oleh Allah. Maka tentunya Allah akan menerima Syafaat beliau kepada setiap orang yang membaca shalawat kepadanya.
Banyak sekali hadits yang menjelaskan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi. Diantaranya:
Barangsiapa berdoa (menulis) shalawat kepadaku dalam sebuah buku maka para malaikat selalu memohonkan ampun kepada Allah pada orang itu selama namaku masih tertulis dalam buku itu.
Barangsiapa yang ingin merasa bahagia ketika berjumpa dengan Allah dan Allah ridlo kepadanya, maka hendaknya ia banyak membaca shalawat kepadaku (Nabi).
Barangsipa membaca shalawat kepadaku di waktu hidupnya maka Allah memerintahkan semua makhluk-Nya memohonkan maaf kepadanya setelah wafatnya.
Mereka yang berkumpul (di suatu majlis) lalu berpisah dengan tanpa dzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada nabi, maka mereka seperti membawa sesuatu yang lebih buruk dari bangkai.
Para ulama sepakat (ittifaq) diperbolehkannya menambahkan lafadz 'sayyidina' yang artinya tuan kita, sebelum lafadz Muhammad. Namun mengenai yang lebih afdhol antara menambahkan lafadz sayyidina dan tidak menambahkannya para ulama berbeda pendapat.
Syeikh Ibrahim Al-Bajuri dan Syeik Ibnu Abdis Salam lebih memilih bahwa menambahkan lafadz sayyidina itu hukumnya lebih utama, dan beliau menyebutkan bagian ini melakukan adab atau etika kepada Nabi. Beliau berpijak bahwa melakukan adab itu hukumnya lebih utama dari pada melakukan perintah (muruatul adab afdholu minal imtitsal) dan ada dua hadits yang menguatkan ini.
Yaitu hadits yang menceritakan sahabat Abu Bakar ketika diperintah oleh Rasulullah mengganti tempatnya menjadi imam shalat subuh, dan ia tidak mematuhinya. Abu bakar berkata:
Tidak sepantasnya bagi Abu Quhafah (nama lain dari Abu Bakar) untuk maju di depan Rasulullah.
Yang kedua, yaitu hadits yang menceritakan bahwa sahabat Ali tidak mau menghapus nama Rasulullah dari lembara Perjanjian Hudaibiyah. Setelah hal itu diperintahkan Nabi, Ali berkata
Saya tidak akan menghapus namamu selamanya.
Kedua hadits ini disebutkan dalam kitab Shahih Bukhori dan Muslim.Taqrir (penetapan) yang dilakukan oleh Nabi pada ketidakpatuhan sahabat Abu Bakar dan ali yang dilakukan karena melakukan adab dan tatakrama ini menunjukkan atas keunggulan hal itu.
Rais Syuriah PCNU Jombang
Dihimpun oleh Sholehuddin SH dari pengajian Kitab Qurratul Ain Bimuhimmatid Din di masjid baiturrahman Jlopo Tebel Bareng yang diikuti oleh Pengurus MWCNU dan Ansor Kecamatan Bareng
Source : www.nu.or.id
Memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ketika memasuki bulan Rabiul Awwal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajianpengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.
Sekitar lima abad yang lalu, pertanyaan seperti itu juga muncul. Dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi (849 H - 911 H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan. Sebagaimana dituturkan dalam Al-Hawi lil Fatawi:
"Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi SAW pada bulan Rabiul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara'. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab: Menurut saya bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca Al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmnti bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah al-hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka dta dan kegembiraan atas kelahiran Nnbi Muhammad SAW yang mulia". (Al-Hawi lil Fatawi, juz I, hal 251-252)
Jadi, sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak. Lalu diisi dengan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :
Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58)
Ayat ini, jelas-jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira dengan adanya rahmat Allah SWT. Sementara Nabi Muhammad SAW adalah rahmat atau anugerah Tuhan kepada manusia yang tiadataranya. Sebagaimana firman Allah SWT:
Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. al-Anbiya',107)
Sesunggunya, perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:
Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (HR Muslim)
Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya. Beliau bersyukur kepada Allah SWT pada hari tersebut atas karunia Tuhan yang telah menyebabkan keberadaannya. Rasa syukur itu beliau ungkapkan dengan bentuk puasa.
Paparan ini menyiratkan bahwa merayakan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW termasuk sesuatu yang boleh dilakukan. Apalagi perayaan maulid itu isinya adalah bacaan shalawat, baik Barzanji atau Diba', sedekah dengan beraneka makanan, pengajian agama dan sebagainya, yang merupakan amalan-amalan yang memang dianjurkan oleh Syari' at Islam. Sayyid Muhammad' Alawi al-Maliki mengatakan:
"Pada pokoknya, berkumpul untuk mengadakan Maulid Nabi merupakan sesuatu yang sudah lumrah terjadi. Tapi hal itu termasuk kebiasaan yang baik yang mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang (akhirnya) kembali kepada umat sendiri dengan beberapa keutamaan (di dalamnya). Sebab, kebiasaan seperti itu memang dianjurkan oleh syara' secara parsial (bagianbagiannya)”
“Sesungguhnya perkumpulan ini merupakan sarana yang baik untuk berdakwah. Sekaligus merupakan kesempatan emas yang seharusnya tidak boleh punah. Bahkan menjadi kewajiban para da'i dan ulama untuk mengingatkan umat kepada akhlaq, sopan santun, keadaan sehari-hari, sejarah, tata cara bergaul dan ibadah Nabi Muhammad SAW. Dan hendaknya mereka menasehati dan memberikan petunjuk untuk selalu melakukan kebaikan dan keberuntungan. Dan memperingatkan umat akan datangnya bala' (ujian), bid'ah, kejahatan dan berbagai fitnah". (Mafahim Yajib an Tushahhah, 224-226)
Hal ini diakui oleh Ibn Taimiyyah. Ibn Taimiyyah berkata, "Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAWakan diberi pahala. Begitulah yang dilakukan oleh sebagian orang. Hal mana juga di temukan di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS. Dalam Islam juga dilakukan oleh kaum muslimin sebagai rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW. Dan Allah SWT akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid'ah yang mereka lakukan". (Manhaj as-Salaf li Fahmin Nushush Bainan Nazhariyyah wat Tathbiq, 399)
Maka sudah sewajarnya kalau umat Islam merayakan Maulid Nabi SAW sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan juga karena isi perbuatan tersebut secara satu persatu, yakni membaca shalawat, mengkaji sejarah Nabi SAW, sedekah, dan lain sebagainya merupakan amalan yang memang dianjurkan dalam syari'at Islam.
KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember
Source : www.nu.or.id
Fadlilah Bulan Dzul Hijjah
| Ditulis oleh Ustadz Andre Gunawan Lc. |
| Hari-hari ini kita telah memasuki bulan yang mulia yaitu bulan Dzul hijjah. Di mana pada bulan ini Allah Swt memberikan karunia bagi hambaNya untuk memberbanyak amal shaleh. Allah s.w.t. berfirman: وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ (إبراهيم7) "Dan (ingat juga) ketika Tuhanmu memaklumkan” sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” Telah banyak dalil tentang keutamaan sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini, baik dari Kitab maupun Sunnah. Diantara amalan yang di anjurkan dalam hari-hari ini adalah:
b.Shoum(Puasa) Karena dia termasuk perbuatan amal shaleh. Dari Hunaidah bin Kholid dari istrinya dari sebagian istri-istri Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, dia berkata: "Adalah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berpuasa pada tanggal sembilan Dzul Hijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan" (Riwayat Imam Ahmad, Abu Daud dan Nasa’i). d.Puasa hari Arafah e.Berkurban pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari Tasyrieq
Pertama:Pengampunan dari Allah Swt. Rasulullah Saw telah bersabda kepada anaknya, Fatimah, ketika beliau ingin menyembelih hewan qurban.”Ya Fatimah, berdirilah dan saksikan hewan sembelihanmu itu. Sesungguhnya kamu diampuni pada saat awal tetesan darah itu dari dosa-dosa yang kamu lakukan. Dan bacalah : Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Swt, Rabb alam semesta (HR. Abu Daud dan At-Tirmizi)
Ketiga: Ibadah kurban merupakan amalan yang paling dicintai Allah pada hari Raya Idul Adha. “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah dari bani Adam ketika hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan kurban”. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim) Keempat: Hewan kurban sebagai saksi di hari kiamat. “Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat (sebagai saksi) dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan kurban telah terletak disuatu tempat disisi Allah sebelum mengalir ditanah. Karena itu, bahagiakan dirimu dengannya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan hakim) Kelima: Mendapatkan pahala yang besar. Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu dari binatang yang disembelih, ini merupakan penggambaran saja tentang betapa besarnya pahala itu, hal ini dinyatakan oleh Rasulullah SAW. "Pada tiap-tiap lembar bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan". (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) Idul Adha bukanlah hari raya biasa. Untuk merayakannya tidak sekedar bertakbir, tahlil, tahmid serta bertasbih. Yang dilanjutkan dengan shalat ied dan menyembelih hewan kurban. Tapi lebih dari itu, idul adha melalui syariat kurban mengingatkan kita untuk merenung, berpijak , dari keagunanan sejarah yang melatar belakanginya tentang pengorbanan Nabiyallah Ibrahim dan putra tercinta Ismail, anak yang sangat disayangi dan menjadi buah hati selama ini ternyata harus di sembelih sebagai perintah Allah Swt. |

