News Update :

Blogger Tricks

Buat Teman-teman Pengurus/Anggota dari Gerakan Pemuda Ansor - fatayat NU Silakan Mengirimkan Artikel Untuk Mengisi Blog ini dengan Syarat Tidak Boleh Mengandung Unsur Pornografi dan SARA. Untuk Mengirim Artikel Dapat dengan Klik Menu di Atas atau KLIK DI SINI

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

Showing posts with label Agenda. Show all posts
Showing posts with label Agenda. Show all posts

GEMA TAKBIR HARI RAYA IDUL ADHA 1431 H

A. LATAR BELAKANG

Kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Era globalisasi dan keterbukaan sudah melanda masyarakat hingga pedesaan. Budaya barat sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat di pedesaan.

Masuknya pengaruh budaya barat tersebut melalui banyak media. Bisa masuk melalui televisi, surat kabar, majalah, internet maupun media informasi yang lain. Pengaruh tersebut diterima masyarakat khususnya pemuda ada yang diterima mentahnya saja tanpa disaring dan diolah dan ada juga yang diolah supaya tidak memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

Pengaruh budaya barat yang diterima tidak dioalh dan disaring tersbut mengakibatkan terkikisnya budaya warisan leluhur di masyarakat jawa khususnya dalam lingkup agama Islam. Budaya yang terkikis tersebut antara lain : kesenian rudatan/shalawatan, wayang kulit, slametan orang meninggal yang dikatakan bid’ah dan lain sebagainya.

Melalui kegiatan ini kami mengharapkan para remaja dan pemuda saat ini bisa memperdalam ilmu agama Islam dan pengetahuan umum untuk dapat menyaring pengaruh budaya yang diterima agar dapat bermanfaat bagi masyarakat bukan menimbulkan dampak negatif. Selain itu, diharapkan dapat mencintai dan melestarikan budaya warisan leluhur di masing – masing kampungnya dan bias mengembangkannya sehingga menambah kekayaan budaya Indonesia

Melalui kegiatan ini kami mengharapkan hal – hal sebagai berikut :

1. Adanya partisipasi dari generasi muda Islam di Piyungan sebagai peserta pada kegiatan ini.

2. Adanya dorongan dari dalam diri masyarakat kita, untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan Islam, dalam rangka mengCounter budaya-budaya asing yang menyesatkan.

3. Adanya ketertarikan para generasi muda terhadap kegiatan-kegiatan organisasi berbasis Islam, yang arahnya adalah penguatan kelembagaan dan kesatuan gerakan.

4. Adanya kebersamaan semua elemen masyarakat muslim khususnya warga nahdliyyin untuk senantiasa mempertahankan “kawasan hijau” sebagai basis gerakan ahlussunah wal jamaah.

5. Menyediakan ruang bagi generasi muda NU untuk merefleksikan berbagai eksperimentasi gerakan-gerakan dan methode-methode dakwah yang tentunya berorientasi pada aqidah ahlussunah wal jamaah.

6. Penyelenggaraan Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H ini tidak lepas dari niatan baik untuk ikut serta menjaga nuansa religiusitas di wilayah Kecamatan Piyungan, serta mempertahankan “Lingkungan Hijau” sebagai basis gerakan Ahlussunah wal jamaah.

7. Dengan demikian, diperlukan kerjasama semua elemen masyarakat untuk senantiasa bersama-sama melestarikan kegiatan-kegiatan budaya yang menjadi icon atau identitas Jam’iah Islamiyah kita.



B. TUJUAN KEGIATAN

Melalui kegiatan panitia bertujuan untuk mencapai hal – hal berikut :

1. Melanjutkan program kerja tahunan GP Ansor NU dan Fatayat NU Anak Cabang Piyungan
2. Menyemarakkan syiar Peringatan Hari Raya ‘Idul Adha 1431 H
3. Melestarikan adat istiadat dan budaya di setiap kampung di wilayah Piyungan yang mulai terkikis akibat pengaruh kemajuan zaman global yang semakin bebas dan terbuka seperti saat ini
4. Menjalin tali silaturahim dan memperkuat ukhuwah islamiyah di antara warga Piyungan, khususnya di kalangan pemuda melalui keikutsertaan organisasi pemuda di tiap kampung dalam kegiatan ini
5. Mengarahkan kreativitas pemuda dalam melestarikan budaya masyarakat jawa dan Islam melaui kegiatan ini





3. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini kami beri nama “Festival Takbir Keliling, Parade Bedug dan Pementasan Budaya Lokal”



4. TEMA KEGIATAN

Festival Takbir ini bertemakan “ Festival Takbir & Parade Bedug, Mencetak Generasi Muda Islam yang cinta dan melestarikan khasanah budaya khususnya budaya Islam warisan leluhur di tengah godaan dan tantangan era globalisasi dan kemajuan zaman yang pesat seperti saat ini.”



5. SASARAN KEGIATAN

Seperti pada tahun – tahun sebelumnya kegiatan ini ditujukan kepada Organisasi Kepemudaan di tiap kampung yang ada di wilayah Piyungan, RISMA ataupun kelompok pengajian serta majlis yang menjadi wadah berkumpunya para remaja.



6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H akan diselenggarakan pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 16 November 2010

Jam : 19.30 WIB

Tempat : Start di Pasar Piyungan (baru)

Finish di Gedung Balai Desa Srimartani Piyungan Bantul



G. Alur Proses Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H

Proses Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H akan dilaksanakan dengan tahapan proses penyelenggaraan sebagai berikut :

a. Pra Kegiatan

1. Pembentukan Kepanitiaan

2. Proses Pendaftaran Peserta

a. Penyebaran Brosur dan Informasi

b. Undangan via surat, pamflet, spanduk dan media elektronik dengan batas waktu tertentu

c. Pembentukan pos informasi dan pendaftaran berbasis ranting/kelompok

3. Technical Meeting

Lomba Takbir Keliling

Pada Tahapan ini adalah tahap pelaksanaan Lomba Takbir Keliling dengan alur proses sebagai berikut :

1. Pemberangkatan

2. Perjalanan dengan route : Start Pasar Piyungan baru(ke Timur) – Perempatan lampu merah Piyungan (ke Utara) – Finish (Gedung Balaidesa Srimartani, Piyungan) yang kurang lebih menempuh jarak pawai 2 km.

3. Display / kreatifitas budaya masing – masing kampong dengan alokasi waktu 10 menit

4. Pementasan Budaya komunitas Tionghoa Yogyakarta

Syuro Rutin Bulanan Edisi Juni 2010

Kemarin siang menjelang sore, Ahad Kliwon, 06 Juni 2010, seperti biasanya AnsFat Piyungan mengadakan Syuro rutin Bulanan. Rapat ini bertempat di rumah Shbti. Karyani (Juragane Madin) Daraman, Srimartani.
Di undangan memang maju dari biasanya. Kalo bisanya undangan jam 13.00 kemarin kita undang jam 12.30. hal itu diharapkan agar nanti mulainya rapat tidak terlalu molor jauh dan selesainya tidak terlalu sore. Sehingga bagi Ansor maupun Fatayatnya bisa masih ada sisa waktu untuk "YAYANK-nya". He he admine gek eror ki. Tetapi memang mau gak mau kemarin rapate dimulai jam 14.15. Karena yang berwenang dan berkepentingan belum ada.
Seperti biasanya rapat dibuka dengan Ummul Quran (Al Fatihah ) dilanjutkan bacaan Shalawat kahsa NU lau disusul dengan menyanyikan Mars Ansor dan Fatayat yang dipimpin langsung oleh Pak Ketua Shbt. Arifuddin, S.Pd.I.
Rapat kemarin membahas beberapa agenda, antara lain :
  1. FASI AnsFat Piyungan 2010
  2. Ziaroh Auliya' dan 'Ulama' NU
  3. Diklatsar Banser
  4. LPK
  5. dll
Setelah melalui pembahasan yang matang dan banyak usulan akhirnya diputuskan sebagai berikut :
  1. FASI tetap dilaksanakan Insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Ramadhan. tentang waktu, tempat dan teknis acara akan dibahas oleh intern Panitia
  2. Ziaroh, Untuk ziaroh akhirnya disetujui dilaksanakan tanggal 31 Juli 2010. Dengan tempat di DIY - Jateng ( Mungkin seperti kemarin dulu) Kawasan Magelang dan Sleman. Masalah biaya dan teknis acara juga masih diolah oleh Panitia
  3. Diklatsar Banser diadakan tanggal 9-11 juli 2010 di komplek Pondok Kali Opak, Klenggotan. Infaq peserta 20ribu. dengan fasilitas dapet kaos cantik, makan 5x dan snack 2x Gratisiiis. tis. Enak to?
  4. LPK tetep berjalan sesuai jadwalnya walaupun terdapat beberapa kendala. Namun bisa kita atasi.
To be continue ........ tak kerja dulu

Majlis Syuro Banser Satkoryon Piyungan

Tadi malam, malam Rabu Legi alhamdulillah terselenggara dengan sukses Syuro Banser Satkoryon Piyungan yang diadakan di pintu masuk SMP Pembangunan Piyungan ( markas turune Pak Kuwat ). Syuro ini diikuti oleh beberapa pengurus Banser dan Ansor. Perlu saya sampaikan yang hadir tadi malam : Ketua Ansor ( Toyik ), Dan Satkoryon ( Shbt. Kasmustandar), Pak Aris, Pak Dodo, Pak Kuwat, Kang Arif, Ketua Panitia Diklatsar Banser ( Shbt. Zulfikar 'Ulya/Hilmi ), Pak Suyanto, disusul Rois AnsFat/Kangmas Alfan yang baru saja ngroisi LPK di AnsFat ranting Sumberharjo, Prambanan dan saya sendiri/wujudku.

Dalam syuro tesebut diputuskan beberapa ide untuk diklatsar Banser 2010 antara lain :
  1. Dikltasar diadakan hari Jum'at, 9 Juli 2010 jam 14.00 sampai dengan Ahad, 11 Juli 2010 jam 12.00
  2. Tempat diklatsar dipusatkan di komplek PP Kaliopak, Klenggotan ( Pesantren milik Kang Jaddul Maula
  3. Infaq dari peserta 20.000 yang akan mendapatkan makan gratis, snack dan kaos exklusif Banser edisi 2010
  4. Diklatsar tahun ini juga terbuka bagi Satkoryon/PAC lain yang akan menitipkan tapi infaqe 30ribu gitu lohhh.
  5. Perekrutan calon peserta akan bekerja sama dengan Pengurus Ansor dalam hal ini Koordinator Pengkaderan yang telah menyebarkan Form pendataan Pemuda&Risma tiap dusun basis NU
  6. Besok juga Fatayat PAC dimohon terlibat dalam Diklatsar ini
Sambil rapat sambil ngicipi gorengan yang dibelikan oleh juragan Panwaslu Bantul/Kang Dodo. Uenakee. Teh made in Pak Kuwat nasgitel tenan. Opo maneh nek seng gaweke Mbok WedokQ/fatayat SholikhahQ gitu. Rasane mesti makNyessss gitu. Gek opo to iki. Sopo fatayate kuwi mau???

Kira - kira pukul 23.00 syuro ini diakhiri dengan resmi. Lalu beberapa shahabat pamit kondor sudah ada tanggungan ada yang nunggu di rumah, kecuali Kang Dodo yang mau nyari wangsit ke Gunung Cilik agar bisa bawa Fatayat kondor segera mungkin. Lebih Cepat Lebih Baik versi Yusuf Kalla.

Habis itu tinggalah 5 personil yang masih diskusi di lokasi. Kita asyik diskusi mengenai KeNUan, keAnsoran dan Fatayat jangan sampe lupa. Salah satu tema diskusi adalah kinerja kepengurusan yang didalangi oleh Ayik, S.Pd.I ( singkatan sko opo mboh ). Sambil diskusi sambil menikmati SEGO GORENG made in Krasakan yang dibeli oleh Pak Kuwat. Qta ber -5 makan sambil tetep diskusi Tak lihat jam di HPku menunjukkan jam 00.25. bingung mau tidur di rumah baruku ( sebelah barat SMP Pembangunan/utara TKne bu Siti eh kok rong dadi akeh nyamukke gek dewe maning. Rep muleh NGETAN/nangdi yo? Haha kok rong wayahe ngko malah digropyok wong rondho. Rep muleh ngulon di rumah beneran wah jatah boboQ berkurang. Akhire bingung ambil jalan tengah nginep nang Piyungan. Sante aja bukan di rumah Fatayat lo.Di rumahe Pak Guru Toyik. Akhire tidur berdua 1 ranjang. Tros habis Shubuh meluncur ngenthoRet ngulon. He he

To be continue besok Ahad pas pleno di Mba' Karyani, Daraman City.OK

Silaturrahim dengan ANFAT PAC Prambanan

Tadi malam, Rabu Wage malam Kamis Kliwon kami dari AnsFat PAC Piyungan alhamdulillah diperkenankan ALLAH SWT dapat bersilaturrahim dengan AnsFat Prambanan. Silaturrahim tersebut berlangsung dalam kajian rutin LPK PAC Prambanan. LPK tersebut diadakan di Mushola Gunung Gebang ( utara dudun Mutihan ) yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Bantul dan Sleman.

Tadi malam walaupun hujan ternyata Shahabat & Shahabati PAC Prambanan tidak surut semangat dan ghirahnya untuk mengIstiqomahkan program mereka. terlebih tadi malam lampu dan listrik mati juga. Jadi lengkaplah keterbatasan LPK tadi malam.
Shahabat dari PAC Piyungan mendapatkan kehormatan untuk memimpin ( ngRoisi ) 'amalaiyah Yaninan&Tahlil. Habis itu dilanjutkan dengan 'Amaliyah Shalawat.
Setelah selesai 'amaliyah seperti biasa dilanjutkan dengan Pengajian. Pengajian tadi malam disampaikan oleh Bapak Ustadz Dhomaroh dari dudun Beloran, madurejo, prambanan, Sleman.
Dalam pengajiannya beliau menyampaikan ciri - ciri orang beriman, antara lain : apabila disebut nama ALLAH maka akan bergetar hatinya, apabila dibacakan ayat - ayatnya maka akan bertambah Imannya dan hanya kepadaNya mereka bertawakkal.

Selain itu beliau juga menyampaikan pentinganya ikut berorganisasi terutama Ansor dan Fatayat. Apa gunanya sih nongkrong di pinggir jalan. Lebih baik berangkat LPK bershalawat bersama. Ikutan AnsFat. Juga akhlaq generasi kita saat ini yang banyak intelektual muda bahkan mahasiswa sering demo. Apakah tidak ada jalan yang lebih bijak untuk menyelesaiakn masalah selain berdemo dengan batu dkk. Apakah kita tidak bisa duduk berdampingan untuk diskusi, ngobrol nyantai untuk mencari solusi yang terbaik bagi permasalahan kita.
Mungkin gitu dulu njeh. Tunggu postingan berikutnya. kerja dulu Yuuuk!

Memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Tanggal 12 Rabi'ul Awal sebentar lagi akan tiba, tepatnya 2 hari yang akan datang. Apa yang akan kita lakukan ? Nonton Sekaten di Alun-alun ? Atau Mengikuti pengajian di kampung kita. Atau justeru kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang ga penting ? Kalau teman-teman Ansor-Fatayat NU kecamatan Piyungan rencananya mo ngadain pengajian sekaligus membaca sholawat Al Barjanji di Payak Cilik Belakang Puskesmas Piyungan. Rencananya sih mo diadain tanggal 27 Februari 2010. Mundur dikit ga papa dari pada tidak. So kalau mo dipaspasin pas malam tanggal 12 Rabiul Awal teman-teman ... eh sahabat-i (maksudnya) banyak acara di kampung masing-masing. Nah biar rame di diundur dikit malam Ahad, Pas liburan sekolah juga. Nah ini ada sedikit tausiyah dari Bapak2 Ulama di PBNU tentang Maulid, biasa kita adopsi dari www.nu.or.id silakan baca lho...

Ketika memasuki bulan Rabiul Awwal, umat Islam merayakan hari kelahiran Nabi SAW dengan berbagai cara, baik dengan cara yang sederhana maupun dengan cara yang cukup meriah. Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian­pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.

Sekitar lima abad yang lalu, pertanyaan seperti itu juga muncul. Dan Imam Jalaluddin as-Suyuthi (849 H - 911 H) menjawab bahwa perayaan Maulid Nabi SAW boleh dilakukan. Sebagaimana dituturkan dalam Al-Hawi lil Fatawi:

"Ada sebuah pertanyaan tentang perayaan Maulid Nabi SAW pada bulan Rabiul Awwal, bagaimana hukumnya menurut syara'. Apakah terpuji ataukah tercela? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala ataukah tidak? Beliau menjawab: Menurut saya bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca Al-Qur’an dan kisah-kisah teladan Nabi SAW sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmnti bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah al-hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan suka dta dan kegembiraan atas kelahiran Nnbi Muhammad SAW yang mulia". (Al-Hawi lil Fatawi, juz I, hal 251-252)

Jadi, sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi SAW itu merupakan bentuk pengungkapan rasa senang dan syukur atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini. Yang diwujudkan dengan cara mengumpulkan orang banyak. Lalu diisi dengan pengajian keimanan dan keislaman, mengkaji sejarah dan akhlaq Nabi SAW untuk diteladani. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :

قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَالِكَ فَلْيَفْرَخُوا

Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58)

Ayat ini, jelas-jelas menyuruh kita umat Islam untuk bergembira dengan adanya rahmat Allah SWT. Sementara Nabi Muhammad SAW adalah rahmat atau anugerah Tuhan kepada manusia yang tiadataranya. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ

Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam. (QS. al-Anbiya',107)

Sesunggunya, perayaan maulid itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

عَنْ أبِي قَتَادَةَ الأنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ اْلإثْنَيْنِ فَقَالَ فِيْهِ وُلِدْتُ وَفِيْهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ – صحيح مسلم

Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin. Maka beliau menjawab, "Pada hari itulah aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku”. (HR Muslim)

Betapa Rasulullah SAW begitu memuliakan hari kelahirannya. Beliau bersyukur kepada Allah SWT pada hari tersebut atas karunia Tuhan yang telah menyebabkan keberadaannya. Rasa syukur itu beliau ungkapkan dengan bentuk puasa.

Paparan ini menyiratkan bahwa merayakan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW termasuk sesuatu yang boleh dilakukan. Apalagi perayaan maulid itu isinya adalah bacaan shalawat, baik Barzanji atau Diba', sedekah dengan beraneka makanan, pengajian agama dan sebagainya, yang merupakan amalan-amalan yang memang dianjurkan oleh Syari' at Islam. Sayyid Muhammad' Alawi al-Maliki mengatakan:

"Pada pokoknya, berkumpul untuk mengadakan Maulid Nabi merupakan sesuatu yang sudah lumrah terjadi. Tapi hal itu termasuk kebiasaan yang baik yang mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang (akhirnya) kembali kepada umat sendiri dengan beberapa keutamaan (di dalamnya). Sebab, kebiasaan seperti itu memang dianjurkan oleh syara' secara parsial (bagian­bagiannya)”

“Sesungguhnya perkumpulan ini merupakan sarana yang baik untuk berdakwah. Sekaligus merupakan kesempatan emas yang seharusnya tidak boleh punah. Bahkan menjadi kewajiban para da'i dan ulama untuk mengingatkan umat kepada akhlaq, sopan santun, keadaan sehari-hari, sejarah, tata cara bergaul dan ibadah Nabi Muhammad SAW. Dan hendaknya mereka menasehati dan memberikan petunjuk untuk selalu melakukan kebaikan dan keberuntungan. Dan memperingatkan umat akan datangnya bala' (ujian), bid'ah, kejahatan dan berbagai fitnah". (Mafahim Yajib an Tushahhah, 224-226)

Hal ini diakui oleh Ibn Taimiyyah. Ibn Taimiyyah berkata, "Orang-orang yang melaksanakan perayaan Maulid Nabi SAWakan diberi pahala. Begitulah yang dilakukan oleh sebagian orang. Hal mana juga di temukan di kalangan Nasrani yang memperingati kelahiran Isa AS. Dalam Islam juga dilakukan oleh kaum muslimin sebagai rasa cinta dan penghormatan kepada Nabi SAW. Dan Allah SWT akan memberi pahala kepada mereka atas kecintaan mereka kepada Nabi mereka, bukan dosa atas bid'ah yang mereka lakukan". (Manhaj as-Salaf li Fahmin Nushush Bainan Nazhariyyah wat Tathbiq, 399)

Maka sudah sewajarnya kalau umat Islam merayakan Maulid Nabi SAW sebagai salah satu bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan juga karena isi perbuatan tersebut secara satu persatu, yakni membaca shalawat, mengkaji sejarah Nabi SAW, sedekah, dan lain sebagainya merupakan amalan yang memang dianjurkan dalam syari'at Islam.

KH Muhyiddin Abdusshomad
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Ketua PCNU Jember
Source : www.nu.or.id

Lembaga Pengkajian Kitab (LPK) di Piyungan

Gerakan Pemuda Ansor dan Fatayat NU Pimpinan Anak Cabang Piyungan malam ini berencana mengadakan Pengajian Rutin Setiap Ahad Malam Senin 2 pekan sekali. Kegiatan ini biasanya dihadiri pengurus dan anggota kurang lebih 150 orang sekecamatan Piyungan. Pada malam hari ini kegiatan LPK tersebut bertempat di Mushola belakang KUA Piyungan, akan dimulai pukul 20.00 WIB dan akan berakhir pukul 22.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Yasiin bersama-sama kemudian dilanjutkan sedikit informasi dari ketua Ansor. Acara inti yaitu pengkajian Kitab tematik, dengan mengambil tema-tema yang sedang uptodate untuk di bahas. Untuk pembicara sengaja dipilihkan Ulama-ulama yang berbobot dan kompeten di bidangnya seperti K.H. Junaidi Pimpinan Pondok Pesantren Manzilussakinah yang sekaligus sebagai Ketua MWC NU Kecamatan Piyungan, K. Muhibbin, K. Anwarudin, K. Imam Suja'i, M.Pd., K.H. Heri Kuswanto, M.Si. Pimpinan Pondok Pesantren Aswaja Lintang Songo Pagergunung, dan lain sebagainya. Untuk tempat pengajian berpindah-pindah ke masing-masing kelompok dusun. Semoga tetap terjaga istiqomah kita, Amiin

MENYAMBUT RAMADAHAN

Mari Persiapkan diri kita sambut Bulan Suci Ramadhan Yang Suci dan Mulia..
PAC Ansor & Fatayat NU Piyungan telah menyiapkan banyak kegiatan untuk memeriahkan dan mengisi bulan ramadhan tahun ini.
Program tersebut diantaranya:
1. Pelatihan rukyat tgl: 30 Agustus di Parangkusumo bersama PWNU DIY
2. Pembuatan Spanduk& Jadwal Imsakiyah
3 Tarawih keliling
3. Buka bersama AnFat Kelompok.
4.Tarawih Bersama
5. Tadarus Bersama
6. Kajian Malam selasa
7. Peringatan Nuzulul Quran
8.Silaturahmi dengan Alim Ulama.
9. Program Insidentil Lainnya

Football News

 

© Copyright GP. ANSOR - FATAYAT NU KEC. PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.