News Update :

Blogger Tricks

Buat Teman-teman Pengurus/Anggota dari Gerakan Pemuda Ansor - fatayat NU Silakan Mengirimkan Artikel Untuk Mengisi Blog ini dengan Syarat Tidak Boleh Mengandung Unsur Pornografi dan SARA. Untuk Mengirim Artikel Dapat dengan Klik Menu di Atas atau KLIK DI SINI

Moto GP News

Basketball News

Formula 1 News

Festival Takbir Keliling dan Kirab Budaya GP Ansor NU - Fatayat NU Piyungan

Sudah menjadi agenda rutin tahunan ANFAT Piyungan yaitu Lomba Takbir Keliling. Seperti tahun tahun sebelumnya tahun ini pun ANFAT mengadakan event tahunan ini dengan nuansa yang beda dari tahun sebelumnya.
ANFAT ikut prihatin dengan masuknya budaya asing ke negara kita yang tidak disaring oleh waega terutama pemuda. Banyak sekali pengaruh negatif yang ditimbulkan dari budaya barat tersebut. Akibat tersebut antara lain, kenakalan remaja, pornografi, narkoba, cyber crime dll. Maka tahun ini ANFAT mengangkat tema "Festival Takbir Keliling Mencetak Generasi Muda Yang Mencintai Budaya dan Adat Istiadat Daeah, Religius dan Peduli Terhadap Sesama."
Di tengah kesibukan kami mengurus 2 ribuan pengungsi di kelurahan Srimartani, bantuan datang dan terdistribusi. Kelelahan yang kami rasakan. Walaupun begitu acara ini harus tetap terselenggara. Kami pun berbagi tugas. Sebagian mengurus pengungsi dan logistiknya. Sebagian mengoptimalkan festival ini. Jadi dua - duanya tetap berjalan seimbang. "Hore222. Pinter kalian anak - anak ANFAT."
Festival Takbir keliling ini diikuti oleh 8 kelompok remaja masjid, yaitu :
  1. Dari ujung kulon Sitimulyo terwakili oleh RISMA NHH Pegergunung yang didukung oleh ratusan anak2 dan pemuda serta tak mau ketinggalan jama'ah Ibu - ibu. Juga didukung oleh relawan UIN Sunan Kalijaga ( termasuk aku ).
  2. Lalu ke timur disusul oleh Kontingen dari Srimulyo yang diwakili oleh Kang Syamsudin dan Tiyan dkk dari Klengotan.
  3. Nah barulah ke timur yang basisnya Nahdhiyin, ada dari Piyungan yang membawa kesenian reognya.
  4. Disusul oleh shbt2 dari Wanujoyo Qdol ( Kang Alip, Sigit, Munir dkk ).
  5. Lalu tak mau ketinggalan pemuda MARKIPAT/Wanujoyo Lor. ( Kang Dowen dkk ).
  6. Mengetan disusul oleh Tim yang banyak mengurus pengungsi tapi akhirnya dengan lobi2 yang berkesinambungan ikut Takbiran yaitu Kang Samsul&Bu Katyani Ndut dkk dari Kafilah Daraman
  7. Mengetan maning. Kafilah ini kalo gak ikut yo ngisin- isini tenan inilah dia Sang Juara bertahan tahun lalu yaitu Kafilah Kembangsari ( Kang Samlawi, Muslih, Shomad, Bu Guru Nurul, Mpok Atik, Ima Ndut, seng tak kenal meng niki. )
  8. Sampailah gerilya kami ke Ujung Wetan Lor yaitu peserta terakhir Kafilah Sanansari ( Kang Rosid&Bu Dewi dkk )
Takbir keliling kali ini mengambil rute tahun lalu yang sempat batal. Rutenya start dari Pasar Piyungan dan finish di Balai desa Srimartani. Peserta datang ke Pasar Piyungan dimulai sejak Ba'da Maghrib. Satu per satu berdatangan masuk lalu registrasi ulang kepada Bu Linggar dan Bu Yani di pintu masuk pasar. Ada peserta yang baru memasukkan maskotnya. Ada juga yang sudah lengkap sekalian pesertanya.
Peserta datang paling awal dari ujung timur Sanansari. Lalu disusul oleh Kembangsari, Pagergunung, Piyungan, Wanujoyo Lor, Klenggotan, Wanujoyo Kidul dan terakhir Daraman. Sesuai kesepakatan maka yang datang lebih awal adalah yang berangkat duluan long march sekitar 3 km. Personil Banser yaitu Kang Arif Kh. tak mintai bantuan untuk menyiapkan peserta. Setelah Sanansari siap saya berangkatkan duluan. Disusul oelh Kontingen selanjutnya sesuai urutan regitrasi dengan jeda pemberangkatan 3 menit.
Dalam lomba ini kami meminta bantuan 5 orang Yuri yang menilai kriteria sebegai berikut :
  1. Jumlah peserta yang diwakili oleh Ansor Prambanan ( Kang Ichwan ) yang kami tempatkan di pintu keluar
  2. Display dan Penampilan peserta yang dihandel oleh Pak Sugeng ( guru seni musik, drum band di beberapa sekolah yang sudah melanglang buana sampe Jakarta )
  3. Maskot dan Kreativitas Peserta yang dinilai oleh Pak Susanto, S.Sn. ( seorang guru seni rupa alumni ISI yang sederhana tapi kompetensinya dalam seni rupa tak bisa diragukan lagi )
  4. Gema, Semangat Takbir& Kekompakan yang dinilai oleh Kang Wahyudin/ wakil dari LESBUMI DIY ( Lembaga Seni Budaya milik NU )
  5. Ketertiban, Keindahan Peserta yang dinilai oleh Kang Achmad Cholid, S.H. dari Ansor Cabang Bantul.
Satu per satu peserta keluar meninggalkan pasar lalu berjalan ke timur. Tibalah di depan Polsek tiap peserta menampilakn kebolehan mereka layaknya penampilan di panggung selama 5 menit. Variasi formasi, bunyi musik drum band dll ). Di sinilah kreasi panggung yang dipunyai masing -masing peserta ditampilkan semaksimal mungkin.
Setelah itu melanjutkan perjalanan lagi Bangjo ke utara teros hingga Balai Srimartani. Selama perjalanan ini peserta selalu dimonitor oleh tim Yuri dalam hal kestabilan&semangat takbir, kekompakan, formasi barisan, kostum peserta dll.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan panjang sekitar 3km, sampailah kami di Aula Balai Desa Srimartani. Di sini terdengar lantunan Shalawat gabungan dari ANFAT Prambanan&Piyungan. Di sana ada Kang Yudhi, Situk dari Petir, Kang Ali, Gus Dayat dan rawoh juga Gus Muttaqin dari Combongan.
Acara dipandu oleh MC yang berpengalaman, birokratis, pinter, cakep&manis, Sholih&Sholehhot ( Kang Supri dan Shbti. Eli yang keduanya dari Wanujoyo ). Sambil menunggu rekap nilai yang dilakukan oleh Tim Yuri, peserta dikondisikan dalam aula dengan pembagian doorprize. Lalu secara resmi dibuka. Dilanjutkan Sambutan dari ketua panitia ( Shbt. Wildan Adiguna ). Disusul oleh Kades Srimartani ( Bapak Ruspamuji Nugroho ).
Selanjutnya Trophy bergilir yang dipegang oleh Kafilah Kembangsari diserahkan secara remi kepada ANFAT.
Tibalah pada puncak acara yang ditunggu - tunggu yaitu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Dag dig dug yang dirasakan tiap kafilah. Kang Ayik selaku ketua Ansor maju ke depan. Lau dipanggil tiap perwakilan kafilah untuk meju ke depan. Kang Ayik menanyai mereka satu per satu dengan kalimat " Sudah siap kalah?". Jawaban mereka ternyata kompak juga "SIAP Ndan ".
Setelah itu tampillah ke podium perwakilan Yuri/Kang Kholid dari Ansor cabang. hasil lombanya adalah sebagai berikut :
  • partisipan yaitu jatuh kepada kafilah Piyungan dan Klenggotan
  • Juara harapan 3 diraih Oleeeeeeeeeh Kafilah Daraman. Hore. tepuk tangan
  • Juara harapan 2 jatuh ke pesertadengan nomor undian (.. ) kafilah Wanujoyo Lor
  • Juara harapan I akhirnya diraih oleh juara tahun lalu kafilah Kembangsari
Lalu Mas Ayik minta sisa perwakilan untuk maju 1 langkah ( Sanansari, Pagergunung & Wanujoyo Qdol ). Kang Kholid melanjutkan pengumumannya.
  • Juara 3 jatuh ke tangan kelompok Sanansari
Perwakilan 2 kelompok sisanya diminta maju lagi. Kang Kholid melanjutkan.
  • Juara ke 2 diraih oleh perwakilan dari ujung kulon "Pagergunung City"
Inilah yang ditunggu - tunggu :

Juara I tahun ini akhirnya berpindah tangan ke kafilah Wanujoyo Qdol. Horeeeeee. bergembira ria mereka.

Kesuksesan acara ini didukung oleh sponsor utama dan rutin yaitu :
  1. Pemerintah Propinsi DIY
  2. PCNU Bantul
  3. Kelurahan Srimartani
  4. TB Sandeyan
  5. Koko Motor
  6. Apotik Az Zahra
Kami dengan rendah hati mengucapkan terima kasih atas bantuan panjenengan semua. Moga jadi amal jatiyah yang dilipatgandakan pahalanya. AMIIIN

Demikian report tim Lapangan ANFAT Piyungan.

Wassalamu'alaikum.

Posko Pengungsi Merapi di Balai Desa Srimartani

Sejak terjadinya letusan Merapi yang paling besar pada Hari Jumat pagi, dan meluluh lantakkan desa Argomulyo, Maka Pemerintah mulai memberlakukan zona aman yaitu 20 km. Mulai saat itu mulailah terjadi pengungsian besar-besaran pada masyarakat yang berada di di Zona tersebut.

Mulai tanggal 5 Nopember 2010 kemarin Balai Desa Srimartani, Piyungan Bantul, Yogyakarta yang terletak di jl. piyungan-prambanan menjadi tempat posko pengungsian merapi. Hingga saat ini jumlah pengungsi di balai desa srimartani telah mencapai 1347 orang. Dengan jumlah sedemikian banyak, tentunya peran masyarakat dan para donatur sangat dibutuhkan untuk membantu saudara-saudara kita di posko pengungsian merapi di Balai desa Srimartani.

Pergerakan Pemuda yang dikomandani oleh GP. Ansor-Fatayat NU PAC Piyungan bersama Karang Taruna Desa Srimartani dan Pemdes Srimartani, dibantu teman-teman relawan dari Pemuda Muhammadiyah, PMI, Mahasiswa, Pengurus Parpol dan Masyarakat sekitarnya. Dengan jumlah yang begitu banyak pengungsi yang ada, maka kebutuhan makan minum dan kebutuhan lain seperti selimut, pakaian pantas pakai, sabun, sampho, pasta gigi, pembalut wanita, susu bayi, obat-obatan, masker dan sebagainya masih selalu dinantikan para pengungsi di posko ini.Rata Penuh

bagi Anda yang bersedia menyumbangkan, kami berharap mengirimkannya ke posko langsung atau bisa hubungi kami diTelp : (0274) 9366278(Shbt, Arifudin, S.Pd., Ketua GP. Ansor) atau Nur Sa'adah, S.Pi. (HP. 081578820922). Sekecil apapun bantuan anda, sangat berguna bagi saudara-saudara kita yang saat ini sedang menderita. Dulu kami mendapat bantuan ketika gempa jogja 26 Mei 2006, sekarang giliran kita sebagai saudara gantian membantu saudara saudara kita ini. Semoga kondisi merapi segera membaik dan tidak membahayakan warga jogja-jateng dan sekitarnya.

Posko terbuka 24 jam dan siap menerima bantuan anda.

PEMBARETAN BANSER SATKORYON PIYUNGAN 2010

Lapor Komandan ini yang bisa saya laporkan. Liputan pembaretan....

Hari Ahad Kliwon kemarin, 24 Oktober 2010 pukul 08.00 GP Ansor Piyungan dalam hal ini Banser Satkoryon Piyungan mengadakan Pembaretan Banser alumni Diklatsar 2010.
Acara ini dimuali sejak malam Ahad jam 20.00. Dibuka oleh Kasetma Shbt. Arif Kh. Pembukaan dilangsungkan di SMP Pembangunan. Dengan diikuti oleh alumni diklatsar sebanyak 19 orang ditambah titipan dari Imogiri 2 orang dan dari Pundong 5 orang.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan Long March ( meneladani para pejuang kita dahulu kaya'Long March Siliwangi. Adapun rute perjalanan ini mulai dari SMP pembangunan ke timur - Petir naik ke Kedung Pucang - ke utara sampai Wukir. Lalu turun. Ke Pereng. Istirahat sejenak lah. Lalu berjalan lagi melewati Balai Desa Sumberharjo - Jlatren lurus ke barat. Belok kanan mas. Lurus lagi ke barat. Lanjut lagi lah gak usah istirahat dulu ( ngo ndak kesel, padahal aku numpak Supra XQ . Sampailah kita di kawasan Candi Abang. Mulai naiklah kami ke kawasan NdiBang. Wah juan karna Sabtu hujan dalane yo rodo jbelok, teles 'n becek . Wes gapopo yang penting hepy.
Akhirnya perjalanan panjang ( munine kang Helmy Tim Survey sampe 14km. )yang melelahkan ini telah finish. Kita sampe di rumah trnsit jam 00.30. Setelah cuci kaki dan berwudhu disusul oleh teh anget dan bakwan gorena anget. Juan lega di tenggorokan. E la kok disusul mi rebus pedes tanpa telor dan masih panas. yuhu uenake. wes disediane oleh tuan rumah. Nuwun sanget Pak ( he he Pak sopo yo gak ngerti jenenge ).
Men rodo medun sikek. Lalu kita sholat witir. Tros bobok bersama.
Waktu shalat shubuh sudah masuk. Pukul 03.45 kita bangun bersama - sama ambil wudhu. Lalu berjama'ah Shubuh. Setelah berdzikir berjama'ah secukupnya. Lalu Shbt. Aris Fathoni tampil ke depan memimpin peserta untuk melakukan senam pagi. Setelah dirasa cukup Kang Dodo gak mau kalah akhirnya juga ikut nimbrung. Kerja sama dengan Kang Aris memimpin peserta menyanyikan Mars Banser ( Baret hitam tetap jaya ) . Seng apal meng kuwi. Kecuali nek Mars Ansor wani jak lomba aku. Eh ternya Kang Aris juga punya mars laen yang gak kalah menarik ( piye yo aku gak iso. neng enek kata2ne Gara2 janda muda membuat masuk ke Banser... he he . terus egak iso... ).
Setelah dirasa cukup senamnya. Lau aku ngliat ke dapur ternyata sarapan pagi dah siap. Menunya uenak. Lele goreng sambel tomat 'n sayur kering. Sedepe. Maem berjama'ah.
Setelah sarapan selesai. Tibalah kami pada rangkain puncak Pembaretan. Peserta dibariskan oleh Shbt. Aris. Lalu dibagi 2 kelompok. 1 kelompok dikawal oleh Shbt. Arif yang lain dikawal oleh Shbt. Hamid Basri. Setelah berjalan beberapa menit sampilah kami di Puncak Candi Abang.
Sebelum pembaretan Shbt. Aris memimpin peserta untuk PBB. Di sini pserta dilatih bagaiman tata cara berbaris seperti yang dilakukan oleh TNI kita.
Sedangkan Kang Dodo melatih penanganan Lalu Lintas. Bagimana cara meNYETOP kendaraan dari 4 penjuru arah dan tiap arah.
Kini giliran tibalah puncak acara yaitu pembaretan Banser yang langsung disematkan oleh komandan Banser Satkorcab Bantul ( Shbt. Ahmad Khozin ). Selain beliau hadir juga Shbt. Atthobari ( Ketua Ansor Cabang Bantul ), Shbt. Basuki&gak tahu namanya ( anggota SatkorCab Bantul ).
Satu per satu peserta naik ke puncak Ndibang lalu disematkan Baret Banser oleh Shbt. Ahmad Khozin disaksikan oleh Komandan Satkoryon ( Shbt. Kasmustandar ), Kasetma ( Shbt. Arif ), Shbt. Hamid Basri dan seluruh panitia yang ada di bawah.
Setelah prosesi penyematan baret telah selesai dilanjutkan dengan ramah tamah. Dalam ramah tamah ini Shbt. Atthobari berpesan Banser adalah prajurit khusus Ansor yang juga diminta menjaga keutuhan NKRI serta tetap istiqomah di dalam ASWAJA ( Ahlussunnah Wal Jama'ah ). Tetap menjaga ukhuwah di saat Islam terpecah belah seperti akhir - akhir ini.

Demikian laporan dari reporter ANFAT Piyungan.

Suwun..

GEMA TAKBIR HARI RAYA IDUL ADHA 1431 H

A. LATAR BELAKANG

Kemajuan teknologi sudah semakin pesat. Era globalisasi dan keterbukaan sudah melanda masyarakat hingga pedesaan. Budaya barat sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat di pedesaan.

Masuknya pengaruh budaya barat tersebut melalui banyak media. Bisa masuk melalui televisi, surat kabar, majalah, internet maupun media informasi yang lain. Pengaruh tersebut diterima masyarakat khususnya pemuda ada yang diterima mentahnya saja tanpa disaring dan diolah dan ada juga yang diolah supaya tidak memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat.

Pengaruh budaya barat yang diterima tidak dioalh dan disaring tersbut mengakibatkan terkikisnya budaya warisan leluhur di masyarakat jawa khususnya dalam lingkup agama Islam. Budaya yang terkikis tersebut antara lain : kesenian rudatan/shalawatan, wayang kulit, slametan orang meninggal yang dikatakan bid’ah dan lain sebagainya.

Melalui kegiatan ini kami mengharapkan para remaja dan pemuda saat ini bisa memperdalam ilmu agama Islam dan pengetahuan umum untuk dapat menyaring pengaruh budaya yang diterima agar dapat bermanfaat bagi masyarakat bukan menimbulkan dampak negatif. Selain itu, diharapkan dapat mencintai dan melestarikan budaya warisan leluhur di masing – masing kampungnya dan bias mengembangkannya sehingga menambah kekayaan budaya Indonesia

Melalui kegiatan ini kami mengharapkan hal – hal sebagai berikut :

1. Adanya partisipasi dari generasi muda Islam di Piyungan sebagai peserta pada kegiatan ini.

2. Adanya dorongan dari dalam diri masyarakat kita, untuk melestarikan kebudayaan-kebudayaan Islam, dalam rangka mengCounter budaya-budaya asing yang menyesatkan.

3. Adanya ketertarikan para generasi muda terhadap kegiatan-kegiatan organisasi berbasis Islam, yang arahnya adalah penguatan kelembagaan dan kesatuan gerakan.

4. Adanya kebersamaan semua elemen masyarakat muslim khususnya warga nahdliyyin untuk senantiasa mempertahankan “kawasan hijau” sebagai basis gerakan ahlussunah wal jamaah.

5. Menyediakan ruang bagi generasi muda NU untuk merefleksikan berbagai eksperimentasi gerakan-gerakan dan methode-methode dakwah yang tentunya berorientasi pada aqidah ahlussunah wal jamaah.

6. Penyelenggaraan Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H ini tidak lepas dari niatan baik untuk ikut serta menjaga nuansa religiusitas di wilayah Kecamatan Piyungan, serta mempertahankan “Lingkungan Hijau” sebagai basis gerakan Ahlussunah wal jamaah.

7. Dengan demikian, diperlukan kerjasama semua elemen masyarakat untuk senantiasa bersama-sama melestarikan kegiatan-kegiatan budaya yang menjadi icon atau identitas Jam’iah Islamiyah kita.



B. TUJUAN KEGIATAN

Melalui kegiatan panitia bertujuan untuk mencapai hal – hal berikut :

1. Melanjutkan program kerja tahunan GP Ansor NU dan Fatayat NU Anak Cabang Piyungan
2. Menyemarakkan syiar Peringatan Hari Raya ‘Idul Adha 1431 H
3. Melestarikan adat istiadat dan budaya di setiap kampung di wilayah Piyungan yang mulai terkikis akibat pengaruh kemajuan zaman global yang semakin bebas dan terbuka seperti saat ini
4. Menjalin tali silaturahim dan memperkuat ukhuwah islamiyah di antara warga Piyungan, khususnya di kalangan pemuda melalui keikutsertaan organisasi pemuda di tiap kampung dalam kegiatan ini
5. Mengarahkan kreativitas pemuda dalam melestarikan budaya masyarakat jawa dan Islam melaui kegiatan ini





3. NAMA KEGIATAN

Kegiatan ini kami beri nama “Festival Takbir Keliling, Parade Bedug dan Pementasan Budaya Lokal”



4. TEMA KEGIATAN

Festival Takbir ini bertemakan “ Festival Takbir & Parade Bedug, Mencetak Generasi Muda Islam yang cinta dan melestarikan khasanah budaya khususnya budaya Islam warisan leluhur di tengah godaan dan tantangan era globalisasi dan kemajuan zaman yang pesat seperti saat ini.”



5. SASARAN KEGIATAN

Seperti pada tahun – tahun sebelumnya kegiatan ini ditujukan kepada Organisasi Kepemudaan di tiap kampung yang ada di wilayah Piyungan, RISMA ataupun kelompok pengajian serta majlis yang menjadi wadah berkumpunya para remaja.



6. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H akan diselenggarakan pada :

Hari : Selasa

Tanggal : 16 November 2010

Jam : 19.30 WIB

Tempat : Start di Pasar Piyungan (baru)

Finish di Gedung Balai Desa Srimartani Piyungan Bantul



G. Alur Proses Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H

Proses Gema Takbir Hari Raya Idul Adha 1431 H akan dilaksanakan dengan tahapan proses penyelenggaraan sebagai berikut :

a. Pra Kegiatan

1. Pembentukan Kepanitiaan

2. Proses Pendaftaran Peserta

a. Penyebaran Brosur dan Informasi

b. Undangan via surat, pamflet, spanduk dan media elektronik dengan batas waktu tertentu

c. Pembentukan pos informasi dan pendaftaran berbasis ranting/kelompok

3. Technical Meeting

Lomba Takbir Keliling

Pada Tahapan ini adalah tahap pelaksanaan Lomba Takbir Keliling dengan alur proses sebagai berikut :

1. Pemberangkatan

2. Perjalanan dengan route : Start Pasar Piyungan baru(ke Timur) – Perempatan lampu merah Piyungan (ke Utara) – Finish (Gedung Balaidesa Srimartani, Piyungan) yang kurang lebih menempuh jarak pawai 2 km.

3. Display / kreatifitas budaya masing – masing kampong dengan alokasi waktu 10 menit

4. Pementasan Budaya komunitas Tionghoa Yogyakarta

Tahlilan Kok Dibilang Bid'ah, Ayak-ayak wae ...

Pada postingan kali ini sedikit akan kita bahas tentang kajian LPK tadi di Masjid Klenggotan Srimulyo, dengan pembicara Ustadz Misbahul Munir. Ya, mungkin ga persis-persis amat, namanya juga ga nyatat, cuma mengingat saja apa yang tadi disampaikan mengenai hukum Tahlilan, Bershidaqoh atau berkirim doa untuk mayat yang sudah meninggal. Sebenarnya pahalanya sampai atau tidak ya ? Kalau menurut penulis sih sampai(tanpa mengutip satu hadits pun) dan bisa dibuktikan. Caranya ? Teman-teman yang muslim yang mengatakan pahalanya tidak sampai, ntar request ke aku, cukup nama lengkap saja, terus kalian meninggal dengan tenang tanpa bunuh diri. Nah, ntar aku bacakan surat yasiin 1 kali atau Al Ikhlas 3 kali untuk kalian, nah ntar kalau pahalanya sampai kalian tinggal SMS saja ke aku. Nah kalau ga sampai, kalian boleh kembali lagi ke dunia (tapi kalau diperbolehkan lho ) dan kita lanjutkan berdebatnya ... wkwkwk.

Memang namanya khilafiah memang kalau dibahas emang tidak ada habisnya, ntar malah perang ayat lagi. Tapi biar saja dari pada perang BOM. Yang penting kepala tetap dingin, hidup tetap rukun karena sesama muslim kan ? Tapi secara ilmiah marilah kita coba kaji bersama. Nah ini ada artikel yang cukup bagus menurutku dan saya kira ga jauh-jauh amat dengan yang disampaikan Pak Ustad tadi. yuk kita baca :

Pandangan Mazhab Ahlussunnah Waljamaah terhadap suatu amalan baru

Madzhab adalah metode memahami ajaran agama. Di dalam Islam ada berbagai macam madzhab, di antaranya; madzhab politik, seperti Khawarij, Syi’ah dan Ahlus Sunnah; madzhab kalam, contoh terpentingnya Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah; dan madzhab fiqh, misal yang utama adalah Malikiyah, Syafi’iyah, Hanafiyah dan Hanbaliyah, bisa juga ditambah dengan Syi’ah, Dhahiriyah dan Ibadiyah (al-Mausu’ah al-‘Arabiyah al-Muyassaraah, 1965: 97).

Mazhab Ahlussunnah Waljama’ah merupakan akumulasi pemikiran keagamaan dalam berbagai bidang yang dihasilkan para ulama untuk menjawab persoalan yang muncul pada zaman tertentu. Di dalam memutuskan suatu masalah, tentu kita tidak dapat memutuskan dengan cepat. Kita (ASWAJA) harus mengadakan penelitian yang cermat terhadap masalah tersebut dengan menyandarkan kepada:

1. Al-Qur’an

2. Al Hadist (sunnah)

3. Al-Ijma’

4. Al-Qiyas

Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan sumber utama dan pertama dalam pengambilan hukum. Karena Al-Qur’an adalah perkataan Allah yang merupakan petunjuk kepada ummat manusia dan diwajibkan untuk berpegangan kepada Al-Qur’an.

Al-Hadits/Sunnah

Sumber kedua dalam menentukan hukum ialah sunnah Rasulullah ٍSAW. Karena Rasulullah saw. Adalah insan yang paling berhak menjelaskan dan menafsirkan Al-Qur’an, maka As-Sunnah Rasulullah saw. menduduki tempat kedua setelah Al-Qur’an.

Al-Ijma’

Yang disebut Ijma’ ialah kesepakatan para Ulama’ atas suatu hukum setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Karena pada masa hidupnya Nabi Muhammad SAW seluruh persoalan hukum kembali kepada Beliau. Setelah wafatnya Nabi maka hukum dikembalikan kepada para sahabatnya dan para Mujtahid.

Kemudian ijma’ ada 2 macam :

1. Ijma’ Bayani ialah apabila semua Mujtahid mengeluarkan pendapatnya baik berbentuk perkataan maupun tulisan yang menunjukan kesepakatannya.

2. Ijma’ Sukuti ialah apabila sebagian Mujtahid mengeluarkan pendapatnya dan sebagian yang lain diam, sedang diamnya menunjukan setuju, bukan karena takut atau malu.

Contoh untuk Ijma’ Sukuti adalah di adakannya adzan dua kali untuk sholat Jum’at, yang di prakarsai oleh sahabat Ustman bin Affan r.a. pada masa kekhalifahan beliau. Para sahabat lainnya tidak ada yang memprotes atau menolak ijma’ Beliau r.a. tersebut dan diamnya para sahabat lainnya adalah tanda menerimanya mereka atas prakarsa tersebut.

Dalam ijma’ sukuti ini Ulama’ masih berselisih faham untuk diikuti, karena setuju dengan sikap diam tidak dapat dipastikan. Adapun ijma’ bayani telah disepakati suatu hukum, wajib bagi ummat Islam untuk mengikuti dan menta’ati.

Al-Qiyas

Qiyas menurut bahasanya berarti mengukur, secara etimologi kata itu berasal dari kata Qasa. Yang disebut Qiyas ialah menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam hukum karena adanya sebab yang antara keduanya.

Rukun Qiyas ada 4 macam: al-ashlu, al-far’u, al-hukmu dan as-sabab.

Contoh penggunaan qiyas, misalnya gandum, seperti disebutkan dalam suatu hadits sebagai yang pokok (al-ashlu)-nya, lalu al-far’u-nya adalah beras (tidak tercantum dalam al-Qur’an dan al-Hadits), al-hukmu, atau hukum gandum itu wajib zakatnya, as-sabab atau alasan hukumnya karena makanan pokok.

Ke 4 sumber hukum diatas (Al Qur’an, Sunnah, ijma’ dan Qiyas) telah disepakai secara bulat oleh para Imam pendiri mazhab, antara lain Al Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah mempergunakan Ijma’ dan Qiyas kalau tidak mendapatkan dalil nash yang shahih (jelas) dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita tidak dapat menghalalkan sesuatu atau mengharamkan sesuatu, kecuali dengan dalil-dalil yang jelas berdasarkan ke 4 sumber hukum di atas.

Janganlah kita mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya, dan jangan pula menghalalkan apa yang diharamkan Allah SWT dan Rasul-Nya. Di dalam Ilmu Fiqih apabila kita melihat suatu perbuatan di tengah-tengah masyarakat, kita tidak bisa dengan secepat mungkin berkata halal atau haram.

Kita sebaiknya mengikuti dan mengambil pelajaran dari kisah sahabat Mu’adz r.a. ketika beliau di utus oleh Rasulullah saw ke negeri Yaman.

“Dari sahabat Mu’adz berkata; tatkala Rasulullah SAW mengutus ke Yaman, Rasulullah bersabda bagaimana engkau menentukan apabila tampak kepadamu suatu ketentuan? Mu’adz menjawab; saya akan menentukan hukum dengan kitab Allah? kemudian nabi bersabda; kalau tidak engkau jumpai dalam kitab Allah? Mu’adz menjawab; dengan Sunnah Rasulullah s.aw. kemudian nabi bersabda; kalau tidak engkau jumpai dalam Sunnah Rasulullah dan dalam kitab Allah? Mu’adz menjawab; saya akan berijtihad dengan pendapat saya dan saya tidak kembali; Mu’adz berkata: maka Rasulullah memukul dadanya, kemudian Mu’adz berkata; Alhamdulillah yang telah memberikan taufiq kepada utusan Rasulullah SAW dengan apa yang Rasulullah meridlai-Nya.

Langkah yang di ambil dari sahabat Mu’adz r.a. di atas dapat kita jadikan pedoman dalam mengambil suatu langkah-langkah hukum agama apabila kita melihat dan mendapati amalan baru-baru yang berkembang di masyarakat.

Adapun langkah-langkah pertimbangannya dalam menentukan suatu hukum atas amalan baru adalah sebagai berikut;

1. Kita melihat apakah perbuatan tersebut ada perintahnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah?

2. Apabila perbuatan tersebut, tidak ada perintahnya baik dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, kita lihat kembali, apakah ada larangan terhadap perbuatan tersebut?

3. Kalau perintah terhadap perbuatan tersebut tidak ada dan juga larangannya, di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada, kita tinjau kembali; apakah perbuatan tersebut ada maslahatnya terhadap agama?

4. Kalau ternyata perbuatan tersebut tidak ada maslahatnya, kita tinjau kembali, apakah perbuatan tersebut ada madlaratnya (bahayanya) terhadap agama?

Sebagai contoh dari tradisi muslim yang mulia ini adalah yang sering kita sebut dengan nama TAHLILAN/YASINAN. Majelis yang mulia ini sering kita laksanakan / lakukan ketika ada seorang kerabat / keluarga atau tetangga yang meninggal dunia dengan mengadakan doa bersama untuk orang meninggal tersebut, yana mana biasanya dilakukan pada malam ke 1,2,3, 5 ataupun malam ke 7 atau HAUL yang biasa dilaksanakan setahun sekali.

Dalam bahasa arab, Tahlil berarti menyebut kalimah “syahadah” yaitu La ilaha illa Allah”. Definisi ini dinyatakan oleh Al-Lais dalam kitab “Lisan al-Arab”. Dalam kitab yang sama, Az-Zuhri menyatakan, maksud tahlil adalah meninggikan suara ketika menyebut kalimah Thayyibah.

Pada hakikatnya majelis TAHLIL/YASINAN atau HAUL adalah hanya nama atau sebutan untuk sebuah acara yang di dalam terdapat rangkaian dzikir (membaca Al-Qur’an) dan berdoa serta bermunajat bersama. Majelis ini dapat juga kita simpulkan: Yaitu berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih, Asma’ul Husna, shalawat, mengirim doa bagi arwah yang meninggal dan lain-lain. Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir lainnya, hanya istilah dan nama atau kemasannya saja yang berbeda dengan zaman salaf terdahulu namun hakikat serta intinya sama, yakni Dzikrullah (berdzikir kepada Allah).

Berdoa merupakan perintah Allah. Islam mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa kepada Allah. Karena doa merupakan inti dari ibadah dan dalam setiap gerak ibadah yang dilakukan oleh seorang mukmin itu adalah doa.

Tahlil adalah tradisi dari generasi salaf dan pada mulanya dikenalkan oleh Wali Songo (sembilan pejuang Islam / wali di tanah Jawa) ketika mereka berhijrah ke Indonesia. Seperti yang telah kita ketahui, di antara yang paling berjasa menyebarkan ajaran Islam di Indonesia adalah Wali Songo (9 Wali) yang berasal dari Hadramaut - Yaman. Keberhasilan dakwah Wali Songo ini tidak lepas dari cara dakwahnya yang mengedepankan metode kultural atau budaya.


Wali Songo mengajarkan nilai-nilai Islam secara luwes dan tidak secara frontal menentang tradisi Hindu yang telah mengakar kuat di masyarakat, namun membiarkan tradisi itu berjalan, hanya saja isinya diganti dengan nilai Islami. Dalam tradisi lama, bila ada orang meninggal, maka sanak famili dan tetangga berkumpul di rumah duka. Mereka (masyarakat setempat) bukannya mendoakan mayit tetapi begadang dengan bermain judi atau mabuk-mabukan. Wali Songo tidak serta merta membubarkan tradisi tersebut, tetapi masyarakat dibiarkan tetap berkumpul namun acaranya diganti dengan mendoakan pada mayit. Jadi istilah tahlil seperti pengertian di atas tidak dikenal sebelum era Wali Songo.

KH Sahal Mahfud, seorang ulama asal Kajen, Pati, Jawa Tengah, yang kini menjabat Rais Aam PBNU, berpendapat bahwa acara tahlilan yang sudah mentradisi hendaknya terus dilestarikan sebagai salah satu budaya yang bernilai islami dalam rangka melaksanakan ibadah sosial sekaligus meningkatkan dzikir kepada Allah.

Bila asal mula tradisi Tahlil tersebut dikatakan merupakan adat orang hindu, maka sebaiknya kita berfikir bagaimana dengan computer, handphone, mikrofon, dan lainnya yg merupakan adat orang kafir, namun selama hal itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh saja mengikutinya, sebagaimana Rasulullah saw meniru adat yahudi yg berpuasa pada hari 10 muharram, bahwa Rasulullah saw menemukan orang yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka bersyukur atas selamatnya Musa as, dan Rasulullah saw bersabda : “Kami lebih berhak dari kalian atas Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula (HR Shahih Bukhari hadits no.3726, 3727)

Namun sayang beberapa dekade terakhir, majelis yang di muliakan oleh Allah SWT ini mendapat “serangan & pertentangan” dari kelompok yang memungkiri jaiz nya majelis ini dan mengakui bahwa Islam pada dirinya paling benar dengan KEDOK / DALIL PEMURNIAN TAUHID (Agama), maka Majelis Tahlil ini di CAP sebagai sebutan ritual Bid’ah dan sesat dengan berbagai macam alasan-alasan yang di buat-buat oleh kelompok orang-orang salafi untuk mencari kelemahan majelis yang mulia itu.

Di bawah ini beberapa alasan yang sering mereka sebutkan terkait Majelis TAHLIL / YASINAN & HAUL:

  1. Ritual tersebut adalah perbuatan BID’AH karena Rasulullah SAW tak pernah mengajarkan atau mencontohkannya.

  2. Hadist-hadist yang digunakan membolehkan membaca tahlil / Yasin bagi orang meninggal dunia adalah berasal dari hadist dhoif.

  3. Taqlid buta (taqlid kepada orang / guru) tanpa mengetahui sumber hukumnya.

  4. Pahala bagi orang yg telah meninggal dunia tak dapat bertambah / amalannya, telah putus kecuali 3 perkara: Ilmu yg bermanfaat, amal jariyah (sedeqah) dan doa dari anak sholeh. Sebagaimana yang Rasulullah saw. sabdakan: “Jika seorang manusia meninggal dunia terputuslah amalannya keculai dari tiga perkara: ‘Shadaqah jariyah, anak sholeh yang mendoakannya dan ilmu yang bermanfaat’.”

  5. Doa dari kerabat dan saudara (muslimin) lainnya bagi sang mayit tertolak dengan berlandasakan firman Allah SWT di dalam surah An-Najm:39.

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya”. (An-Najm:39).

Itulah beberapa alasan yang lazim/biasa di gunakan oleh kelompok yang mengaku sebagai pembawa Pembaharu Islam yang lebih dikenal dengan nama salafi untuk menyerang majelis (perkumpulan) yang mulia itu. Dan karena kedangkalan dan lemahnya pemahaman ilmu mereka dan dengan mudah pula mereka menolak segala apa yang telah disyariatkan oleh agama dan diganti oleh mereka dengan label Bid’ah dan syirik dengan alasan yang dibuat buat oleh mereka. Persoalannya adalah, apakah benar bacaan Al-Qur’an dan doa bagi orang yang bertahlil akan sampai kepada mayit dan diterima oleh Allah sebagai amal pahala ataukah bacaan (hadiah pahala) tersebut tidak berguna bagi mayit dan tidak diterima oleh Allah SWT sebagai pahala bagi mayit?

Melalui artikel ini kita akan bahas secara detail Jaiz nya majelis Tahlil / Haul dan dalil-dalil serta hujjah di perbolehkannya majelis tersebut sekaligus menjawab ke 5 tuduhan dari orang-orang salafi di atas.

1. Membaca Al-Qur’an / Doa & Mengirim Pahala Doa Tersebut Kepada Mayit.

Seperti yang telah kami utarakan di atas bahwa salah satu bagian dari majelis Tahlil adalah dengan membaca Al-Qur’an dan berdoa mengirim / menghadiahi Pahala bacaan Al-Qur’an dan doa tersebut kepada mayit (arwah yang meninggal dunia), apakah bacaan Al-Qur’an baik surah Al Fatiha ataukah Surah Yasin dan surah surah lain lainnya.

Cukuplah kami menjawab semua tuduhan dan alasan mereka itu dengan Firman Allah SWT berikut.


فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُ ۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَٮٰكُمۡ

“Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”(QS Muhammad 47: 19)

وَلَا تَحۡسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمۡوَٲتَۢا‌ۚ بَلۡ أَحۡيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ 


“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki” (QS. Al Imran : 169)

Hidup dari maksud ayat di atas adalah hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.

وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٲنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَـٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِى

قُلُوبِنَا غِلاًّ۬ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٌ۬ رَّحِيمٌ

(١٠)


“dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: "Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Hasyr 59: 10)

Sebetulnya cukuplah ke ketiga firman Allah SWT di atas menjawab semua (kelima) keraguan mereka di atas, namun kami akan ulas lebih panjang lagi bagaimana pandangan serta pendapat para ulama ke 4 mazhab (Hanafi, Maliki, Syafii, Hambali) terhadap Majelis Tahlil ini. Salah satu dari ke lima (5) alasan mereka di atas, bahwa doa dari kerabat atau orang lain tertolak dan tidak di terima oleh sang mayit dengan dalil di bawah ini:

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39)

Ayat tersebut di atas digunakan oleh mereka sebagai dalil untuk mengingkari majelis Tahlil ini, namun kami akan jelaskan dengan terperinci soal ayat ini dan juga akan kami sertakan hadist-hadist yang membolehkan / memberikan hadiah pahala bagi mayit.

Di dalam Tafsir ath-Thobari jilid 9 juz 27 dijelaskan bahwa ayat tersebut (Surat An-Najm ayat 39) diturunkan tatkala Walid ibnu Mughirah masuk Islam diejek oleh orang musyrik, dan orang musyrik tadi berkata; “Kalau engkau kembali kepada agama kami dan memberi uang kepada kami, kami yang menanggung siksaanmu di akherat”.

Ayat ke 39 Surat An-Najm di atas juga dapat diambil maksud, bahwa secara umum yang menjadi hak seseorang adalah apa yang ia kerjakan, sehingga seseorang tidak menyandarkan kepada perbuatan orang lain, tetapi tidak berarti menghilangkan perbuatan seseorang untuk orang lain. Maka Allah SWT menurunkan ayat di atas yang menunjukan bahwa seseorang tidak bisa menanggung dosa orang lain, bagi seseorang apa yang telah dikerjakannya, bukan berarti menghilangkan pekerjaan seseorang untuk orang lain, seperti do’a kepada orang mati dan lain-lainnya.

Dalam Tafsir ath-Thobari juga dijelaskan, dari sahabat ibnu Abbas; bahwa ayat tersebut (Ayat ke 39 Surat An-Najm) telah di-mansukh atau digantikan hukumnya:

Dari sahabat Ibnu Abbas dalam firman Allah SWT Tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dikerjakan, kemudian Allah menurunkan ayat surah At-Thuur: 21.;

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman";}

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡہُمۡ ذُرِّيَّتُہُم بِإِيمَـٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِہِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَـٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَىۡءٍ۬‌ۚ كُلُّ

ٱمۡرِىِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ۬

(٢١)


“dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (At-Thuur 52:21)

Maksud ayat di atas adalah: anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak- bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga. Bahkan Menurut ar-Rabi’, yang dimaksud oleh Firman Allah, “Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan”. (QS An-Najm 53: 39), yang dimaksudkan adalah “Orang Kafir”. Sedangkan orang mukmin selain memperolah apa yang diusahakannya sendiri, juga memperoleh apa yang diusahakan orang lain.

Jika mereka masih menolak dengan pendapat para Imam terdahulu yang mana derajat dan kefaqihan ilmunya melebihi mereka (kelompok yang menolak) maka kami menganjurkan mereka untuk membaca Surah An-Najm tersebut pada 3 ayat sebelum ayat 39, yakni ayat 36, 37, 38 pada surah An-Najm tersebut.

أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ بِمَا فِى صُحُفِ مُوسَىٰ (٣٦)

وَإِبۡرَٲهِيمَ ٱلَّذِى وَفَّىٰٓ (٣٧)

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ۬ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ (٣٨)

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَـٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ (٣٩)

36. Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
37. Dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
38. (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
39. Dan tidaklah bagi seseorang kecuali apa yang telah dia kerjakan. (QS An-Najm 53: 36-39)

Yang mana syariat pada ayat di atas (Surah An-Najm ayat 36-39) di atas di khususkan untuk ummat Nabi Musa a.s dan Nabi Ibrahim as. dan ayat tersebut bukan untuk syariat ummat Nabi Muhammad saw. Dan kami sarankan kepada mereka untuk dapat melihat isi ayat dan makna ayat secara keseluruhan (dhahir maupun makna) ayat tersebut dan bukannya hanya sebagian-sebagian saja.

Sebagaimana sabda baginda Rasulullah SAW: "Barangsiapa menafsirkan Al-Qur’an dengan pendapatnya atau tanpa dilandaskan dengan ilmu maka silahkan mengambil tempatnya di neraka”. Naudzubilamindzalik

Pengiriman hadiah pahala bagi mayit ini sunnah secara syariat sebagaimana Rasulullah saw. mencontohkan dan membolehkannya, ketika salah seorang yang menemui Rasulullah SAW dan bertanya tentang suatu hal sebagaimana teriwayat dalam hadist berikut:

  • Dari Aisyah ra bahwa sungguh telah datang seorang lelaki pada nabi saw seraya berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah meninggal mendadak sebelum berwasiat, kukira bila ia sempat bicara mestilah ia akan bersedekah, bolehkah aku bersedekah atas namanya?”, Rasul saw menjawab : “Boleh” (Shahih Muslim hadits no.1004).

  • Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ayahku meninggal dunia, dan ia meninggalkan harta serta tidak memberi wasiat. Apakah dapat menghapus dosanya bila saya sedekahkan?” Ujar Nabi SAW, “Dapat!” [HR. Ahmad, Muslim dari Abu Hurairah]

Memang hadist di atas adalah berhubungan dengan sedeqah jariyah bagi si mayit namun jelas sekali kejadian di atas adalah ketika orang tua dari sang lelaki itu telah meninggal, bukan ketika orang tua masih hidup pada saat sang anak menyedekahkan harta sang Ibu dan pahalanya bagi orang tua mereka.
Jadi jelaslah bahwa sang anak mensedeqahkan harta dari orang tuanya dan mengirim/ menghadiahkan pahala sedeqah tersebut bagi orang tuanya yang telah meninggal dunia.

Banyak hadist hadist dari Rasulullah saw. dan riwayat sahabat r.a. yang nyata dan kuat membolehkan mengirim pahala bagi mayit khususnya lewat bacaan Al-Qur’an, doa dan sedeqah adalah dari hadist-hadist berikut ini :

  • Abu Muhammad As Samarkandy, Ar Rafi’iy dan Ad Darquthniy, masing-masing menunjuk sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib k.w. bahwa Rasul saw bersabda: “Barangsiapa lewat melalui kuburan, kemudian ia membaca “Qul Huwallahu Ahad” sebelas kali dengan niat menghadiahkan pahalanya pada para penghuni kubur, ia sendiri akan memperoleh sebanyak yang diperoleh semua penghuni kubur”.

  • Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad saw bersabda: “Barangsiapa yang berziarah di kuburan, kemudian ia membaca ‘Al Fatihah’, ‘Qul Huwallahu Ahad’ dan ‘Alhakumut takatsur’, lalu ia berdoa Ya Allah, kuhadiahkan pahala pembacaan firmanMu pada kaum Mu’minin dan Mu’minat penghuni kubur ini, maka mereka akan menjadi penolong baginya(pemberi syafaat) pada hari kiamat”.

  • “Dengan nama Allah ! Ya Allah terimalah kurbanku dari Muhammad, dari keluarga Muhammad, dari umat Muhammad”. (HR.Muslim, lihat Shahih Muslim XIII, hal.122). Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi berkurban yang pahalanya untuk beliau, dan sebagian diberikan untuk keluarga beliau, dan sebagian diberikan untuk umat Beliau SAW.

  • Diriwayatkan oleh Daruquthni bahwa seorang laki-laki bertanya, “Ya Rasulullah SAW, saya mempunyai ibu bapak yang selagi mereka hidup, saya berbakti kepadanya. Maka bagaimana caranya saya berbakti kepada mereka, setelah mereka meninggal dunia?” Ujar Nabi SAW, “Berbakti setelah mereka meninggal, caranya ialah dengan melakukan shalat untuk mereka disamping shalatmu, dan berpuasa untuk mereka disamping puasamu!”

  • Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, seraya berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami bersedekah untuk keluarga kami yang sudah mati, kami melakukan haji untuk mereka dan kami berdoa bagi mereka; apakah hal tersebut pahalanya dapat sampai kepada mereka? Rasulullah saw bersabda: Ya! Sungguh pahala dari ibadah itu benar-benar akan sampai kepada mereka dan sesungguhnya mereka itu benar-benar bergembira dengan kiriman pahala tersebut, sebagaimana salah seorang dari kamu sekalian bergembira dengan hadiah apabila hadiah tersebut dikirimkan kepadanya!"
  • Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik, ia berkata; Nabi SAW telah menunaikan shalat jenazah, aku mendengar Nabi SAW berdoa; Ya Allah!! ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkan dia.”
  • Abdul Aziz menuturkan hadis dari Anas ibn Malik r.a. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Barangsiapa yang memasuki kuburan, lalu ia membaca Surah Yasin, Allah akan memberikan keringanan kepada mereka, sedangkan dia akan memperoleh kebaikan sejumlah penghuni kubur yang ada disana.”

  • Dalam riwayat lainnya dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: ”Apabila seorang mukmin membaca ayat Kursi dan menghadiahkan pahalanya kepada para penghuni kubur, maka Allah akan memasukkan empat puluh cahaya ke setiap kubur orang mukmin mulai dari ujung dunia bagian timur sampai barat, Allah akan melapangkan liang kubur mereka, memberi pahala enam puluh orang nabi kepada yang membaca, mengangkat satu derajat bagi setiap mayit, dan menuliskan sepuluh kebajikan bagi setiap mayit.”

  • Dari dalam Musnad Imam Ahmad bin Hanbal, oleh Abu Dawud, An-Nasai dan di benarkan oleh Ibnu Hibban bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:”Bacalah Yasin bagi orang-orang yang telah wafat di antara kalian”.

  • Al-Baihaqiy di dalam Sya’bul-Iman mengetengahkan sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Mi’qal bin Yassar r.a., dan dalam Al-Jami’ush-Shaghir dan Misykatul-Mashabih bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa membaca Yasin semata-mata demi keridhoan Allah, ia memperoleh ampunan atas dosa-dosanya yang telah lalu. Karena itu hendaknya kalian membacakan Yasin bagi orang – orang yang telah meninggal dunia di antara kalian.”

  • Diriwayatkan pula bahwa Siti Aisyah pernah beritikaf atas nama adiknya Abdurrahman bin Abu Bakar yang telah meninggal dunia. Bahkan Siti Aisyah juga memerdekakan budak atas namanya (adiknya). (Al Imam Qurthubi di dalam kitab At-Tadzkirat Bi Ahwali al-Mauta wa Umur al-Akhirat.

Hadits-hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama salaf dan kalaf untuk menfatwakan kebolehan mengirim / menghadiahkan pahala baik sedeqah, bacaan Al Qur’an dan mendoakan bagi mayit.

Imam Muhibbuddin Ath-Thabari berkata:”Arti mayit adalah seseorang yang telah di cabut nyawanya adapun yang menyatakan arti mayit adalah orang yang sekarat, pendapat ini tidak berdalil.”

Mengenai hadist membacakan Yasin, Imam Ahmad menyatakan dalam musnadnya: “Dari Abu Mughirah berkata: “Sofyan yaitu Ibnu Amru berkata kepadaku: “Para guru besar bercerita kepadaku: “Bahwa mereka pernah mendatangi Adhif bin Harits Ats-Tsimali saat beliau sedang sekarat, lalu beliau berkata: “Apakah di antara kalian ada yang mau membaca Yasin?,” kemudian Saleh bin Syuraih As-Sukuni mulai membacanya sampai berulang kali, ketika mencapai pada hitungan keempat puluh Adhif meninggal dunia, mereka para guru besar berkata; “Jika surat Yasin dibacakan pada orang yang sekarat ia akan diringankan bebannya berkat surat Yasin. (disebutkan dalam kitab Fathur Rabbani 18/253).” Adhif ini ada yang menyatakan ia seorang sahabat, ada yang menyatakan ia seorang tabi’in tetapi yang benar adalah pendapat pertama, selain itu juga dinyatakan dalam kitab Al-Isabah: “Hadist dengan sanad yang hasan.”)

Ibnu Hibban meriwayatkan dalam shahinya dari Jundub bin Abdillah ra. berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Surat Al-Baqarah adalah puncak tertinggi Al-Qur’an, setiap ayat yang diturunkan disertai oleh delapan puluh malaikat, sedangkan ayat kursi dikeluarkan dari perbendaharaan Arasy dan digabung dengannya, sedangkan surat Yasin adalah inti Al-Qur’an tidaklah seseorang membacanya hanya karena Allah dan akhirat melainkan ia diampuni dan bacalah Yasin untuk orang-orang yang telah meninggal diantara kalian.” (HR. Ibnu Hibban, HR. Ahmad dalam musnadnya V/26)

Penulis Musnad Firdaus menyebutkan hadist sanadnya kepada Abu Darda ra. :”setiap mayit yang dibacakan surat Yasin untuknya, maka Allah akan meringankan bebannya.” (Musnad Firdaus IV/32)

Mengenai hadist, “Bacakanlah Surah Yasin untuk orang yang meninggal dunia.” Al Imam Qurthubi mengatakan bahwa hal ini mencakup bacaan ketika orang akan mati dan juga bacaan di kuburannya.

Lebih lanjut lagi Al Imam Qurthubi mengatakan, bahwa pernah juga dikatakan, bagi pembacanya akan mendapatkan pahala bacaan Al-Qur’an itu, sedangkan bagi orang yang sudah meninggal akan mendapatkan pahala karena mendengarkan. Allah SWT berfirman:

وَإِذَا قُرِئَ ٱلۡقُرۡءَانُ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُ ۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ (٢٠٤)

“Apabila dibacakan Alquran, dengarkanlah baik baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian mendapat rahmat”. (QS : al-A’raf:204)

Maksudnya: jika dibacakan Al Quran kita diwajibkan mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri, baik dalam sembahyang maupun di luar sembahyang, terkecuali dalam shalat berjamaah ma'mum boleh membaca Al Faatihah sendiri waktu imam membaca ayat-ayat Al Quran.

Selanjutnya Al-Imam Qurthubi mengatakan, “Diantara kemurahan Allah SWT adalah ketidakmustahilan bagi-Nya untuk memberikan pahala bacaan Alquran dan pahala mendengarnya sekaligus, serta menyampaikan pahala yang diniatkan untuk diberikan kepada orang yang sudah meninggal, meskipun orang itu tidak mendengar; seperti, misalnya, sedekah dan doa.”


Tarling MWC ' n ANFAT di Semen

Kemarin sore, Rabu Pahing, 01 September 2010 sesuai jadwal Safari Ramadhan MWC NU Piyungan maka tarling bertempat di Masjid Al Huda, Semen, Srimulyo, Piyungan.
Setelah pulang dari mendampingi anak2Q aku pulang dulu ambil kostum Tarowih dan pamitan ama Ma2Q. Mak kulo tarowih wonten Masjid Semen sareng MWC leh ANFAT. Mangke mantok radi ndalu. Makane ampon ngarep arep. Langsung aku tancap gas dari ruamh sekitar pukul 19.40. Biasanya ana diampiri Shbt. Sarjuni, Banyakan namun malam itu beliau berhalangan harus 'Imami tarowih di Banyakan. Maka tanpa basi basi ana langsung menuju TKP sendirian.
Perjalanan meyenangkan sendirian akhirnya sampailah ana di TKP di Masjid Semen. Sampai di sana Pak Muadzin sudah mengumandangakan adzan. Ana langsung masuk ke dalam masjid sambil mendegarkan adzan ( kan mendengarkan aja dapet pahala..... Kata sapa... Ya Pak Kyai no...).
Adzan sudah selesai lalau ana sholat 4 raka'at ( shalat apa hayo? tebak aja sendiri orang NU kan pasti paham ttg sunnah ). Sambil duduk tenang mambaca Surah Al Al Waqi'ah&Al Mulk ana nunggu shahabat&shahabatiQ dateng. Akahirnya ang ditunggu datang, yang pertama datang adalah Pak Sumadi, tokoh NU dari Klenggotan, disusul Pak Pembicara, Pak Syamsuhadi lalu menyusul pula Pak H. Asmawi, P. Agus CH, H. Ratmono, Kang Sugeng Raharjo dan diderekke olah Ketua Ansor ( Shbt Ayik ) tak ketinggalan ketua Fatayat ( Shbti Nur Sa'adah ) ditemani Shbti. Linggar.
Pak Muadzin mengumandangkan Iqomat tanda Shalat segera dimulai. bertindak sebagai Imam yaitu Bapak H. Syamsuhadi, S.Pd. ( mantan Ketua Ansor era 80an ). Setelah berdzikir usai 'Isya' Pak Syamsuhadi memberikan informasi tentang kegiatan Ramadhan MWC Piyungan salah satunya Safari dan Silaturrahim ke beberapa dusun di Piyungan dan juga akan diadakannya Konferensi MWC Insya Allah pada Syawwal atau Dzulqo'dah nanti.
Setelah dirasa cukup Pak Syamsuhadi memberikan pangandikannya maka dilanjutkan dengan Shalat Tarowih. Seperti biasa sebagai adat kaum Nahdhiyin tarowih ini dilaksanakan sebanyak 20 raka'at ditambah 3 raka'at witir. Habis Tarowih Bapak2 MWC berbincang bincang dengan para sepepuh di dusun Semen. Sedangkan kami berlima diskusi tentang agenda tanggal 5 di PP Kaliopak, Klenggotan. Mulai dari peserta, konsumsi, acara, pemateri dll.
Akhirnya setelah dirasa cukup kami mohon pamit kepda para sesepuh di dusun Semen. Sampai jumpa lagi di Safarai&Tarling di Masjid Tambalan besok malem, Jum'at, 3 September 2010.
OK berangkat semua. Ya...NUWUNNN!



Kegiatan Ramadhan 1431 H ANFAT Piyungan

Seperti tahun - tahun sebelumnya ANFAT Piyungan selalu mengadakan kegiatan Ramadhan. Walaupun LPK untuk sementara diliburkan. Namun utnuk peningkatan Ramadhan diganti dengan kegiatan yang lain. Sesuai dengan keputusan Rapat Pleno maka kegiatan Ramadhan ANFAT Piyungan adalah sebagai berikut :
  1. Tarling bersama dengan Bapak - Bapak MWC di beberapa dusun di kecamatan Piyungan
  2. Peringatan HUT RI ke 65 dan Harlah Gus Dur ke 70 ( kerja sama antara ANFAT Piyungan dan Komunitas KaliOpak (Lesbumi, LKiS, ROA Media, Komunitas Tionghoa Jogja dll )
  • Diskusi dan bedah Buku Komunikasi dengan Gus Dur di Alam Kubur bersama sang penulis Argawi Kandito. Kegiatan ini diadakan di PP Kaliopak, Klenggotan, Srimulyo, Piyungan hari Juma'at, 20 Agustus 2010 ba'da tarowih sampe dengan jam 23.00
  • Pengobatan Gratis, hari Sabtu, 21 Agustus 2010 jam 08.00 - 16.00
  • Pementasan Budaya ( Hadroh Sunan Nyamplung, Marawis Betawi, Rebab Tionghoa, Tari ) yang diadakan malam Ahadnya, 21 Agustus ba'da tarowih s/d 23.30
  • Buka Bersama anak - TPA dari beberapa dudun di Piyungan bersama dengan Kak Tejo Badut yang diadakan Ahad, 22 Agustus 2010 jam 15.30 - selesai
3. Orieantasi Organisasi ( keNUan, keANSORan ) dan Pemantapan Pengurus ANFAT Piyungan
Kegiatan ini Insya Allah akan dilaksanakan besok Ahad Legi, 5 September 2010 dari jam 14.00 sampai dengan selesai. Rangkaian kegiatannya antara lain adalah sebagi berikut :
  • Sharing permasalah yang dihadapi NU dan Ansor Fatayat saat ini
  • Pengajian dari PWNU DIY
  • Buka Bersama dilanjutkan Shalat Maghrib
  • Wirid dan Dzikir
  • Shalat 'Isya' dan Tarowih
  • Training Orientasi Organisasi dan pemantapan Pengurus ANFAT Piyungan
Mungkin ini yang dapat saya laporkan kepada para pengunjung semua. Dimohon tanggapannya.
Nuwun.....


Aurora Tsunami Matahari Terlihat di AS dan Denmark

Ellyzar Zachra PB

(dailymail.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta- Tsunami matahari pada Minggu (1/8) telah membentuk aurora indah di sejumlah tempat. Masyarakat di Denmark dan AS yang juga beruntung bisa mengamati fenomena itu.

Pemandangan aurora di Denmark sangat signifikan, karena berada pada lintang geomagnetik yang mendukung.

Tapi wilayah di Michigan AS yang lebih di selatan juga mempunyai kesempatan untuk menyaksikan Cahaya Utara.

Aurora borealis itu muncul disebabkan oleh dua badai matahari minor yang terjadi pada Minggu (1/8) dan menembakkan banyak plasma ke arah bumi.

Sementara ledakan besar di matahari bisa berbahaya karena dapat menghancurkan satelit, dan merusak pembangkit listrik serta jaringan komunikasi di seluruh dunia.

Biasanya hanya wilayah-wilayah di dekat kutub saja yang bisa menyaksikan aurora yang berwarna merah dan hijau itu.

Namun badai matahari mengarahkannya ke selatan. Pengamat langit masih terus mengawasi daerah utara malam ini, untuk melihat aurora hijau dan cahaya merah.

Matahari melewati siklus aktivitas regulernya rata-rata setiap 11 tahun. Puncak ledakan matahari pernah terjadi pada 2001 dan berakhir lama. [ito]

ANFAT Piyungan Mengikuti Rukyat di Brambang


Hari Selasa kemarin, Selasa Kliwon, 10 Agustus 2010 PWNU dalam hal ini LFNU DIY mengadakan Rukyatul Hilal di Bukit Brambang. Kegiatan ini memang sudah menjadi agenda tahunan sebelum Ramadhan. Tetapi untuk tahun ini lain dari biasanya. Apabila biasanya diadakan di tepi pantai Parangkusumo, untuk tahun ini diadakan di Bukit Brambang ( termasuk wilayah Patuk, Gunungkidul.
Kami dari Anfat Piyungan sudah mengagendakan untuk mengikutinya sejak rapat pleno Ahad kemarin. Sekitar jam 16.00 kami sudah berkumpul di Markaz ANFAT ( Rumah Kang Mahmudin, Piyungan ). Di sana sudah berkumpul saya sendiri, Pak Ketua, Pak Dodo, Kang Windu, Kang Alfan, Pak Ghufron dan juga Fatayat ada Mbak Linggar. Sambil nunggu shahabat/i dari Ancab Prambanan yang juga akan ikut kami ngobrol seputar program Anfat selama Ramadhan.
Tak terasa waktu seudah menunjukkan pukul 16.45. Maka kami putuskan berangkat. Tim Fatayat akhirnya tambah personil menyusul Bu Tika Al Kwaseini dan Mbak Dewi As Sanansari. Hore ayo berangkat touring ila Jabal Brambang. Akhirnya kami tancap gas berangkat sama - sama. Meliuk - liuk jalan menuju Patuk. Wah rasanya nek mbayangke boncengan ro Fatayate yuhu....( Hus gak oleh koyo ngono Ansor sholeh ).. He he.
Pejalanan kurang lebih 15 menit akhirnya sampailah kita di Bukit Brambang. Di sana sudah berkumpul para Kyai dari PWNU DIY. Tim teropong sudah siap. Lalu pasang alat dan memilih tempat yang cocok. Sebelum rangkain rukyat dimulai kami lebih dahulu diberi secarik kertas berisi gambar posisi hilal dsb lalu diterangkan oleh salah seorang sati Tim LFNU DIY. Dari sana kita jadi tahu bagaimana sih proses Rukyat ( sok tahu padahal meng dirungokke wae. Tapi ya lumayanlah namnah pengetahuan, jadi tahu beberapa istilah ).
Kira - kira pukul 17.38 prosesi rukyat dimulai. Kita satu per satu mencoba melihat hilal dengan teropong dan mata telanjang. tetapi tidak satupun yang melihat hilal. Kita coba berulang - ulang dan ganti personil. Hasilnya nihil. Akhirnya diputuskan hilal tidak tampak sehingga sesuai dengan adab orang NU maka psrah bongkokan dan menunggu sidang Isbat KemenAg ( Depag ). Setelah dinyatakan selesai kami AnFat Piyungan bareng ama AnFat Prambanan meluncur kembali ke bawah. Lalu sholat Maghrib di rumah Kang Mahmudin lagi.
Hore lumayan tambah ngelmu astronomi thuithik. Lumayan iso bareng jejeran ro Fatayat Prambanan ( Astaghfirullah eh kleru Alhamdulillah. )
Suwun njeh to be continue fi Sekretariat Buka Bersama Bakso Arema ( Yuhu. Siapa ngikuttt ).


Menakjubkan, Foto Letusan Saat Tsunami Matahari

Ellyzar Zachra PB

(IST)

INILAH.COM, Jakarta- Ledakan matahari pada awal pekan lalu mengeluarkan api yang sangat menakjubkan. NASA telah mengeluarkan foto pertama ledakan yang menimbulkan tsunami matahari itu.

Permukaan matahari bergolak pada awal pekan lalu dan meledakkan berton-ton atom ion plasma yang menyebar di luar angkasa. Setelah meledak butuh waktu dua hari agar atom tersebut bisa menggapai wilayah bumi yang berjarak 93 juta mil.

NASA mengambil gambar kejadian yang diberi nama coronal mass ejection ini dari pesawat luar angkasa Solar Dynamic Observatory (SDO) yang diluncurkan Februari lalu.

SDO menyediakan gambar tampilan matahari dengan kualitas jauh lebih baik dari High Definition (HD).

Gambar pertama, dengan beberapa warna, menampilkan plasma matahari yang sangat panas dalam temperatur antara satu hingga dua juta derajat Kelvin.

Putaran warna emas terus berputar di sisi kiri serpihan badai matahari yang dikirim awan dengan miliaran ton partikel menuju bumi.

“Kami melihat letusan yang sangat indah,” ujar Leon Golun, dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CfA).

Tsunami matahari yang mengirimkan gelombang gas ke arah bumi bisa menimbulkan kilatan cahaya indah di beberapa wilayah utara bumi.[ito]

Jam Terbesar di Dunia Beroperasi di Mekah

Billy A Banggawan

INILAH.COM, Jakarta – Arab Saudi siap mengoperasikan jam bermuka empat terbesar di dunia di Kota Suci Islam Mekah. Jam ini memiliki tinggi enam kali Big Ben Inggris.

Menara ini dirancang oleh insinyur Jerman dan Swiss yang akan memiliki ketinggian 600 meter di mana tingginya enam kali tinggi Big Ben di Inggris.

Bagian depan jam ini akan didekorasi dengan mozaik kaca dan terbuat dari karbon fiber, bahan yang sangat kuat dan digunakan pada pesawat luar angkasa dan teknologi lainnya.

Menara jam ini merupakan bagian dari hotel Abraj Al-Bait dan komplek perumahan yang dibangun oleh kelompok konstruksi Saudi Bin Laden.

Dua muka utama jam ini memiliki luas 43 meter persegi. Pengunjung dapat berdiri di teras di bawah jam itu untuk melihat pemandangan kota.

Jam ini secara resmi akan beroperasi pada pertengahan Agustus untuk menandai hari pertama Ramadhan, bulan puasa dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari bagi umat muslim di seluruh dunia.[ito]

MUI Rilis Fatwa Soal Bank Sperma & Bank ASI

Selasa, 27 Juli 2010 20:47 WIB

Majelis Ulama Indonesia
VIVAnews
Jakarta, (tvOne).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan beberapa fatwa diantaranya mengenai Ubah ganti Kelamin, Donor Organ Tubuh, Bank Sperma dan Bank Asi.

Beradasarkan Fatwa yang dirilis MUI, menjelaskan bahwa praktek jual beli sperma haram hukumnya, sedangkan pendirian bank air susu ibu (ASI) diperbolehkan dengan persyaratan tertentu.

"Donor sperma diharamkan begitu juga mendirikan bank sperma," demikian fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dibacakan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni`am Sholeh dalam Musyawarah Nasional (Munas) MUI ke VIII di Hotel Twin Plasa, Jakarta Barat, Selasa, (27/7).

Dalam kesempatan itu, MUI juga membahas mengenai wacana pendirian bank ASI dengan persyaratan tertentu. "Syarat pertama adalah bank ASI boleh setelah melalui musyawarah antara orang tua bayi dan donor yang termasuk pembahasan mengenai biaya bagi donor," ujar Asrorun.

Musyawarah antara kedua belah pihak dibutuhkan karena anak yang menyusu dari ibu yang sama akan menjadi saudara sesusuan yang haram hukumnya untuk menikah.

Jika orang tua bayi mengetahui siapa donor bagi ASI yang digunakan maka dapat dihindari pernikahan antara saudara sesusuan yang diharamkan agama tersebut.

Syarat lain dari dibolehkannya bank ASI tersebut adalah bahwa donor harus dalam kondisi sehat dan tidak hamil selama memberikan ASI-nya. "Para donor juga harus tetap menjaga syariat Islam dalam perilaku sehari-hari," kata Asrorun. (Ant)

Buku Membongkar Kebohongan Buku “Mantan Kiai NU menggugat sholawat & dzikir syirik” (H. Mahrus Ali)

Buku ini merupakan jawaban atas beredarnya buku “Mantan Kiai N Menggugat sholawat & Dzikir Sy

irik” yang ditulis oleh H. Mahrus Ali dan diberi kata pengantar oleh KH. Mu’ammal Hamidy, Lc.

Isi buku yang cukup meresahkan banyak kalangan kaum muslimin terutama warga nahdliyyin itu, secara substansial terdapat banyak kebohongan yang cukup mendasar dan perlu diluruskan. Tudingan bahwa amalah warga nahdliyyn syirik, menyesatkan dan ahli neraka adalah tidak benar. Hal ini telah dibuktikan oleh Tim LBM (Lembaga Bahtsul Masail) NU Cabang Jember, sebagaimana diuraikan dalam risalah ini, sebuah jawaban argumentatif yang lengkap berdasarkan Al Quran dan Hadits.

Kehadiran risalah ini telah membongkar kebohongan H. Mahrus Ali yang
secara keseluruhan bermuara pada empat poin; 1)Tawassul dan istighatsah,
2) Sunnah dan Bid’ah, 3) Keagungan Rasulullah dan Masalah Bermadzhab.

Diharapkan risalah ini akan semakin memperkuat keyakinan warga nahdliyyin dalam mengamalkan dzikir dan shalawat yang sudah diamalkan dan mengakar, dapat memberikan masukan bagi selain warga nahdliyyin untuk memahami praktek amaliah warga nahdliyyin bahwa yang mereka lakukan memiliki dasar dan argumentasi yang kuat dari Al Quran dan Hadits, sehingga tidak gampang terkecoh dan terprovokasi oleh tulisan-tulisan yang menyudutkan praktek/amaliah yang selama ini dilakukan oleh kalangan nahdliyyin sebagai mayoritas umat Islam di Indonesia.

Buku ini bisa anda pesan di

Hamid 024-70291493 / 081310219572

Komentar KH Said Agil Siradj

Masih seputar kontroversi buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengaku kecewa atas ketidakhadiran H Mahrus Ali (penulis buku tersebut) pada debat terbuka yang digelar di ruang Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri, Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (12/3) lalu.

Kang Said—demikian panggilan akrabnya—menyebut Mahrus Ali berpikiran ‘kerdil’ karena tak berani mempertanggungjawabkan tulisan dalam bukunya. ”Dia itu berpikiran kerdil dan tidak yakin dengan kebenaran agama yang dijalaninya,” katanya kepada NU Online di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (13/3) kemarin.

Menurut Kang Said, orang yang yakin dengan kebenaran, dia pasti berani menghadapi debat model apa pun dan menghadapi siapa pun. Jika memang diyakini sebagai kebenaran, katanya, penulisnya pasti tak keberatan karyanya dinilai orang lain yang lebih mumpuni.

“Seharusnya, ia akan berani mempertanggungjawabkannya tanpa ada perasaan ragu. Bukan malah sembunyi saat diajak adu argumentasi. Itu penakut namanya,” tandas Kang Said yang juga alumnus Universitas Ummul Qurra’, Mekah, Arab Saudi.

Kang Said juga meragukan tingkat keilmuan Mahrus Ali. Pasalnya, menurut dia, orang yang berilmu tinggi akan bersikap lebih bijak dan santun. Tetapi, buku tersebut justru menebar caci-maki dan penulisnya merasa paling pintar.

Ia mencatat dua hal penting dari kejadian pro-kontra yang diterbitkan La Tasyuk! Press itu. Pertama, penulisnya telah salah niat dalam menulis buku. Kedua, Mahrus Ali tidak berani bertanggung jawab secara intelektual. ”Orang seperti itu tidak layak diajak dialog, jelas sekali kurang bacaan,” pungkasnya.

Hal yang dilakukan Tim Lembaga Bahsul Masail Pengurus Cabang NU Jember, Jawa Timur, dengan membuat buku bantahan berjudul Membongkar Kebohongan Buku: Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat dan Dzikir Syirik, kata Kang Said, merupakan tindakan yang benar.

Tidak perlu dilakukan tindak kekerasan semacam penggerebekan. Cukup dibuat buku jawaban, tapi yang menulis tidak usah para kiai. Cukup anak-anak madrasah tsanawiyah atau madrasah aliyah saja,” ujarnya. (sbh)

Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir

Hidayat, Akhmad
Tue, 22 Jan 2008 22:54:35 -0800

786,

Assalamu'alaykum wr.wb.



Fenomena seperti ini sungguh memprihatinkan. Seakan-akan menggunakan
bermacam cara untuk berdakwah (?) - memfitnah saudaranya sendiri sesama
muslim.

Setelah dulu ada Fatwa 'bohong' dari beberapa ulama NU Jombang (atau
Jatim, ya?), kini muncul kembali dalam bentuk buku.

Alhamdulillah, semuanya semakin jelas sekarang ...



Bagi rekan2 yang biasa mengamalkan amalan2 sebagaimana warga NU -
sholawat, dzikir, tahlil, bermadzhab, dll., jangan merasa ragu. Insya
Allah semua berdasarkan dalil yang kuat ...

Saya bukan warga NU (soalnya nggak punya KTA), namun untuk beberapa
amalan yang lebih mendekatkan kepada Gusti Allah - terutama nawafil atau
amalan sunnah, kebetulan banyak kesamaan dengan saudara2 di NU.



Wahabi? Awas, hati-hati ... mereka banyak berada di sekitar kita.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari segala fitnah dari
tanduk syetan tersebut.

Amin.

Indonesia Jadi Salah Satu Rujukan Standar Halal Dunia

Minggu, 25 Juli 2010 19:10 WIB

Jakarta, (tvOne).

Pertemuan international mengenai standar halal yang diikuti 31 lembaga seperti Australian Federation of Islamic Council (AFIC), Halal Transsaction of Omaha (US) dan Shandong Islamic Association (SIA) Cina di Jakarta, Minggu, (25/7).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menjadi rujukan bagi penentuan standar halal dunia bersama dengan Malaysia dan Singapura. "Hasil kesepakatan kita dalam pertemuan ini, kita menyamakan standar halal dengan merujuk pada Indonesia, Malaysia dan Singapura," kata Presiden World Halal Council Lukmanul Hakim di Jakarta, Minggu, (25/7).

Menurut Lukmanul, ke-31 lembaga sepakat untuk menyamakan standar halal untuk berbagai produk seperti kosmetika, obat-obatan dan pangan. Pertemuan ini, merupakan pertemuan antar lembaga sertifikasi dari seluruh dunia yang membicarakan tentang standar dan prosedur sertifikasi halal yang disampaikan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) Mejelis Ulama Indonesia (MUI) dan Halal Feed and Food Inspection Authority Netherland, jelasnya.

Disamping itu, pertemuan itu juga membahas tentang standar sertifikasi halal pada penyembelihan hewan dan standar sertifikasi halal pada makanan olahan. "Kita sepakat akan membentuk tim dan nantinya akan melakukan tugas meratifikasi standar halal," kata Lukamnul yang juga direktur LPPOM MUI.

Upaya untuk menetapkan standar halal internasional sudah dirintis sejak World Halal Council terbentuk pada 1999 di Jakarta. Dia menambahkan, kesepakatan standar halal tersebut juga akan disampaikan ke organisasi negara-negara Islam (OKI) dan diinginkan juga diratifikasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Saat ini lembaga sertifikasi halal memiliki standar yang berbeda-beda baik menyangkut standar organisasi dan sistem auditing, standar penyembelihan hewan dan makanan olahan. Standar yang berbeda-beda ini sangat menyulitkan proses sertifikasi halal yang melibatkan penggunaan bahan atau produk antarnegara.

Perbedaan yang sering terjadi dalam standar sertifikasi halal, lanjut dia, bukan pada konsep halal dan haram tapi lebih kepada standar pemeriksaan dan teknis pelaksanaannya seperti teknik pemingsanan dalam proses penyembelihan dan lain-lain. (Ant)

Menag: Ahmadiyah Sesat

Sabtu, 31 Juli 2010 21:07 WIB

Bangkalan, (tvOne)

Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan, ajaran Ahmadiyah sesat, karena telah menyimpang dari Al-Quran dan tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. "Setelah dilakukan musyawarah akhirnya kami memutuskan bahwa ajaran Ahmadiyah itu memang sesat," kata Suryadharma Ali di Bangkalan, Madura, Jawa Timur Sabtu (31/7).

Suryadharma Ali menjelaskan, pihaknya kini sudah membuat keputusan bersama bahwa ajaran Ahmadiyah dilarang keras. Karena itu, kata dia, menyebarkan ajarannya di Indonesia tidak diperbolehkan.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas jika menemukan ajaran Ahmadiyah yang berkembang di lingkungan masyarakat. "Kami minta polisi bertindak, jika menemukan ajaran Ahmadiyah yang berkembang di Masyarakat," tegas Suryadharma Ali.

Ia juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak menggunakan kekerasan jika menemukan ada masyarakat yang menyebarkan ajaran Ahmadiyah.

Masyarakat, kata dia, sebaiknya melaporkan kepada petugas berwenang, seperti polisi, sehingga petugas yang nantinya akan mengamankan mereka. "Jangan berbuat kekerasan. Sebab agama Islam tidak menyukai kekerasan," kata Suryadharma Ali.

Seusai menghadiri peresmian gedung MA Al-Hamidiyah, Menag Suryadharma Ali selanjutnya bersama robongan melakukan kunjungan ke pondok pesantren An-Nuqoyah, Sumenep.

Diklatsar Banser Satkoryon 2010

Pada hari Jum'at sampai dengan Ahad, 9 - 11 Juli Pengurus GP Ansor NU Anak Cabang Piyungan mengadakan Diklatsar ( Pendidikan & Pelatihan Dasar ) Banser ( Barisan Ansor Serbaguna ) 2010. Rangkain kegiatan tersebut diadakan di Komplek PP. Kaliopak. Klenggotan, Srimulyo, Piyungan.

Berita Buruk Yang Mendadak

Kemarin siang, Senin Kliwon, 21 Juni 2010. Saya tiba - tiba mendadak ada inisiatif untuk mengadakan pertemuan dengan Shahabat2 Pengurus AnsFat Piyungan. Lalu secara otomatis jari ini mengetik sms di HP jelek milikku. Coba sms ke Shbt. Babah, Cepokojajar ( Wakil Ketua Ansor AnCab ). Intinya tanya Bah nanti malam ada barengan acara gak? Kalo gak ada bigimana kalo kita ketemuan untuk membahas agenda AnsFat ( Ziaroh DIY&Magelang serta FASI versi AnsFat). Sms dah tak kirim. Saya sampai nunggu lama banget gak ada respon.
Sambil nunggu reply dari Babah coab aku sms Duet Maut Pimpinan AnsFat Piyungan ( Pak Guru/Shbt. Arifuddin dan Shbti Nur Sa'adah) intinya juga sama bigimana kalo nanti malam jam 20.30 pengurus kumpul tuk koordinasi nyiapken 2 agenda AnsFat tersebut. Akhirnya setelah nunggu lama Babah reply smsQ, jawabane lom ada agenda alias selu. Lalu tak laporkan kepada Duet Ketua AnsFat yang akhirnya disetujui nanti ada Syuro terbatas di rumah Pak Guru, Piyungan. Beberapa pengurus inti dah tak sms&beberapa dah confirm ada yang OK/bisa ada yang pamit.
Jam 16.00 pulang kerja langsung kuliah perdana SP di kampus tercinta UIN SuKa. Sambil ngerjain tugas Matkul EDakwah tiba2 HPQ bergetar ada sms masuk yang isinya mengabarkan Innalillahi Wainna Ilaihi Roji'un. Telah meninggal putra KangMas Mahmudin dan Mbak Ufi, Kembangsari. Tak baca sms tersebut seksama. Lalu tak laporkan sms tsb ke Pak&Ibu Ketua AnsFat untuk melacak sms tsb apakah betol/tidak. Selain itu juga tak tanyakan kepada Bu Isti Munawwaroh mengenai kebenaran sms tsb. Akhirnya ane mendapatkan jawaban yang sama sms tersebut emang benar&betol. Perasaan langsung gimana gitu. Mulut ini lalu mengucapkan tarji'.
Setelah memastikan kebenaran info tsb, beberapa shahabat dah tak sms lagi kalo Rapat terpaksa dipending tapi diganti dengan tahlil dan takziyah ke K.H. Asmawi (Bapak dari Mbak Ufi). Setelah pulang kuliah lalu bergegas tancap gas ama motor kesayangan ane menuju ke Pyongyang ke Pak Guru dulu. Ternyata beliau dah ke Kembangsari tadi. Lalu ane sendiri ke lokasi. ternyata tahlil dah selesai dan diputuskan jenazah Alm. Ahmad kan dimakamkan malam itu juga pukul 22.00. Setelah pasti kepeutusan tsb beberapa Shahabat AnsFat langsung tak sms untuk bisa ikut menghormat pemakaman putra Kang Mahmudin tsb.
Akhirnya beberapa personil Shahabat Banser bisa dateng langsung menuju ke makam Kembangsari tepatnya di belakang rumah duka/Ndaleme Pak Asmawi. Kita dapet mengikuti prosesi pemakaman Alm. Ahmad samapai khatam. Doa kami semoga Alm Ahmad yang baru lahir belom punya dosa ini menjadikan tabungan bagi kedeua orang tuanya. Semoga keluarga yang ditinggalkan ( keluarga besar Pak Asmawi khususnya Kang Mahmudin dan Mbak Ufi ) diberikan kesabaran dan ketabahan. Amiiin
Demikian laporan dari reporter AnsFat Piyungan.
NUWUN

Sejarah Berdirinya Ansor


Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Football News

 

© Copyright GP. ANSOR - FATAYAT NU KEC. PIYUNGAN 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.